BERBAGI

Laporan : Danis/Yogi/CJ
LAMPUNG SELATAN – Forum Perencanaan PTKIN se-Indonesia tanam pohon mangrove di Tanjung Beo, Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (16/11). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari FGD forum perencanaan dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran PTKIN terkait menjaga lingkungan.

Kepala Biro AAKK Drs Jumari Iswadi MM yang hadir pada penanaman tersebut mengatakan penanaman tersebut sebagai komitmen UIN menjadi kampus hijau berwawasan lingkungan rujukan internasional. “Kami (UIN Lampung) ingin mengajak seluruh PTKIN untuk dapat melestarikan lingkungan khususnya di kampusnya masing-masing,” ujarnya usai penanaman.

BACA JUGA  Bakauheni Kurang Tenaga Kesehatan

Mangrove merupakan lahan basah dari sebuah ekosistem transisi dari zona daratan dan lautan. Ketua tim pengembangan kampus hijau UIN Dr Eko Kuswanto MSi menjelaskan bahwa mangrove sangat penting sebagai sabuk hijau di daerah pesisir.

“Indonesia punya pesisir yang sangat panjang, untuk itu perlu melestarikan sabuk hijau ini,” kata Eko.

Dosen Pendidikan Biologi ini pun menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat. “Mangrove ini sangat banyak fungsinya. Diantaranya tempat tumbuh dan berkembang ekosistem dan dapat mencegah erosi daratan,” terangnya.

BACA JUGA  Hipni-Melin Terhenti di Pilkada Lamsel

Sebagai kampus yang mempunyai visi menjadi rujukan internasional dalam pengembangan ilmu keislaman integratif-multidisipliner yang berwawasan lingkungan, UIN Raden Intan Lampung turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan mengabdikan diri kepada masyarakat bagi masa depan.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here