BERBAGI

Laporan: Vona/CJ
LAMPUNG TENGAH-Warga Desa Gunung Batin, Gunung Batin Ilir dan Gunung Batin Udik, Kecamatan Terbanggi, Kabupaten Lampung Tengah menagih janji PT Gunung Madu Plantations (GMP) untuk mengembalikan lahan yang digunakan selama ini.

Tanah seluas 250 ha yang digunakan sejak 1995, seharusnya sudah menjadi milik warga tiga desa sejak 2007 oleh PT GMP. Sebab, dalam perjanjian yang ditandatangani manajemen PT GMP tahun 1995, lahan seluas 250 meter dari samping kanan dan kiri jalan raya dipinjam pakai PT GMP dan selanjutnya akan dikembalikan kepada pihak desa untuk dimanfaatkan warga.

BACA JUGA  PT GMP Harus Kembalikan Tanah Warga

Irvira Bangsawan, SH selaku kuasa hukum dari warga 3 desa tersebut menerangkan, dalam perjanjian yang diteken Anggodo Gono, Manajer Pertanahan dan Fachrur Rozie, Asisten Manajer PT GMP pada tanggal 13 Mei 1985 disebutkan bahwa tanah seluas 250 meter di samping kanan dan kiri jalan raya dipakai untuk menanam tebu selama 12 tahun. Kemudian pada tanggal 13 Mei 2007 akan dikembalikan kepada warga untuk pemukiman dan selama dipinjam pakai oleh PT GMP, pihak GMP akan memberikan kompensasi 2,7 persen dari hasil panen dari luas lahan tersebut.

BACA JUGA  Polinela Wisuda Di Luar Domisili

“Namun dalam perjalanannya hingga 24 tahun kemudian atau tahun 2019 tidak ada pengembalian lahan dan pembayaran kompensasi sehingga saya yang diberi kuasa oleh warga mengajukan somasi ke PT GMP tertanggal 4 Januari lalu. Isinya agar PT GMP mengembalikan lahan tersebut kepada warga dan membayar kompensasi selama 24 tahun,” ujar Irvira kepada lintaslampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here