Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Seluas 72 hektar lahan yang masih dalam sengketa dan prosesnya masih berlanjut di Pengadilan Negeri Kotabumi, Hari ini, Rabu (22/07) digusur oleh pihak perusahaan PT. Budi Dharma Godam Perkasa.

Penggusuran lahan yang dilakukan oleh PT. BDGP dihadiri oleh Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudo Martono.Sik.M,si., Waka Polres Lampung Utara Kompol Rosef Efendi. Sik.MH., Danki Brimob. AKP. Jaelani, Kapolsek Abung Selatan AKP.Surya Dinata,SH, dan Perwakilan dari PT. BDGP, Saudara Sanusi. Dengan pengamanan oleh Satu Pleton Brimob, Satu Pleton Sabhara Polres Lampung Utara, dan Satu Tim Resmob Polres Lampung Utara.

BACA JUGA  Kasus Tanah Di Sulut, Kemendes Buang Badan

Lahan tanah seluas 72 hektar tersebut sebelumnya diklaim oleh saudara Adenin Hamid dan ditanami singkong. Namun dalam putusan tindak pidana ringan di pengadilan negeri kotabumi, Lahan seluas 72 hektar tersebut adalah milik PT. BDGP dengan dasar putusan pengadilan Negeri No.2/PID.C/2020/PN.Kbu yang amarnya berbunyi “Mengadili menyatakan terdakwa Adenin Hamid terbukti secara sahMsah dan menyakinkan bersalah melakukan pelanggaran memakai tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya.”

BACA JUGA  Kasus Tanah Di Sulut, Kemendes Buang Badan

Namun menurut Rifki Jauhari, salah satu warga yang tanamannya di lahan sengketa digusur, menyatakan bahwa putusan sidang tindak pidana ringan (tipiring) terhadap saudara adenin Hamid tersebut sudah dibayarkan dendanya sebesar 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah) dengan subsider 3 (tiga) bulan. Pihak Adenin Hamid masih melakukan upaya gugatan perdata terhadap pihak perusahaan dan telah berlangsung dua kali sidang di pengadilan negeri kotabumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here