BERBAGI
Rektor UIN Lampung, Prof. Mukri. Net

Presfektif Pilgub Dimata Ketua NU

KETUA Nahdlatul Ulama Lampung, Prof. Dr.H.M.Mukri menyatakan, dunia politik itu penting untuk dipelajari dan diketahui semua orang. Sebab, mau bakul sayur, bakul obat semuanya berkiblat dan tunduk ke politik. Mukri menandaskan pembelajaran politik itu penting.

“Boleh saja Pak Jokowi itu S1. Tetapi para pembantunya para pakar dibidangnya dengan strata pendidikan S2, S3 bahkan Profesor. Mengapa demikian, karena Pak Jokowi mendapat legitimasi politik. Maka tak jarang, mau kalah saja orang berani bayar, broo,” ujar ahli Filsafat ini.

“Jadi, pembelajaran politik itu penting. Saya sudah katakan kepada warga NU, untuk ikut ambil bagian agar bisa ikut menentukan prikehidupan berbangsa,”ujar Mukri kepada lintaslampung malam ini.

BACA JUGA  Perolehan Suara Sementara Pilgub Versi SMRC

Dipaparkan, adagium politisi, ulama dan ilmuwan berbeda melihat sebuah kebenaran. Dalam kacamata politisi, kebenaran adalah yang memenangkan pertarungan, tetapi kacamata ulama, yang benar itu sesuai dengan sunnah dan alhadits. Sementara ilmuwan, melihat sebuah kebenaran didasarkan pada fakta, data dan analisa keilmuwan.

“Dari situ saja jauh berbeda. NU hari ini sedang mencari formula mempertemukan ketiga elemen ini dalam melihat dan melahirkan pemimpin yang ideal. Yang ketiganya (politisi, ulama dan ilmuwan-red) sepakat, ini pemimpin yang di syari’at kan,”urainya.

BACA JUGA  Andi Cuma Bilang; "Bentar Ya..."

Meski begitu, Prof Mukri tidak begitu optimis rumusannya akan bisa disepakati. Karena, sudut pandangnya sudah jauh berbeda.

“Paradigma kebenaran dalam presfektif politisi, ulama dan ilmuwan berbeda. Politisi melihat kebenaran dalam konteks kemenangan. Akhirnya, money politics di pilgub Lampung jadi marak,”paparnya.

Mukri yang Rektor UIN Lampung ini berharap, kiranya pilgub ini tidak merusak tatanan demokrasi, berbangsa dan berkeluarga. Dianalogikan, persoalan politik atau siyasah ini juga dipertontonkan oleh Fatimah yang berperang dengan Abu Bakar, Aisyah berperang dengan Ali.

“Makanya saya katakan berpolitik itu mahal. Untuk menjadi kalah saja harus bayar,”ujarnya. [nova/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here