BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo / Ilham Prayogi 
JAKARTA – Aksi walk out yang dilakukan Ketum Partai Demokrat SBY dalam acara deklarasi kampanye pemilu damai sudah diperhitungkan matang-matang. Sikap SBY dinilai sebagai bentuk protes karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pendukung Paslon Capres lainnya.

“Yakinlah, Pak SBY melakukan sesuatu dengan penuh perhitungan. Saya kenal orangnya sangat teliti sangat tertib, mungkin saya orangnya agak santai,” kata Capres Prabowo usai hadiri acara Silaturahmi Fraksi Gerindra MPR dengan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Jakarta, Minggu (23/9).

BACA JUGA  84 Persen Wanita Di Indonesia Merasa Minder Dan Tidak Cantik

Prabowo melihat dalam acara deklarasi damai, pihaknya mematuhi segala aturan dengan tidak membawa atribut partai. Jauh berbeda dengan apa yang dilakukan pihak lawannya.

“Tadi Anda lihat kami tidak membawa lebih dari 100 orang. Tidak boleh bawa bendera partai, kami tidak bawa,” jelasnya.

“Ketua Badan Pemenangan Djoko Santoso mengatakan jangan ada yang berbuat salah, ini kami tegaskan kepada jajaran kami tidak ada yang boleh berbuat salah. Tidak boleh melanggar aturan,” tambah Prabowo

BACA JUGA  Fahri Hamzah Bicara Defisit BPJS Kesehatan

Jika ada yang melanggar, Prabowo berharap KPU bisa bersikap tegas bukan hanya dari partainya juga melainkan dari kubu lawan politiknya.

“Pokoknya saya ingin baik saja, kalo memang ada aturan yang dilanggar KPU harus bertindak. Yang penting sekarang KPU punya tugas sangat berat saya berdoa mereka kuat melaksanakan tugas ini, kedaulatan rakyat, jangan sampai kedaulatan rakyat ini di sakiti, dirusak, sangat berbahaya bagi negara,” pungkas Prabowo.[*]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here