BERBAGI

Laporan : Ilham Prayogi /Akt
JAKARTA – Jajaran Polres Jakarta Barat kembali mengungkap kasus narkoba berskala besar dengan membongkar pabrik rumahan ekstasi berdaya kuat dengan efek mematikan di Perumahan Sentra Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat.

Pengungkapan bisnis narkotika jaringan internasional ini berawal dari kerja sama aparat yang tergabung unsur tiga pilar yaitu Polri, TNI dan Pemerintah Daerah.

Demikian disampaikan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi, dalam konferensi pers yang dilakukan di lokasi clandestine lab di Perumahan Sentra Pondok Rajeg Blok B2 No 5, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Bogor Jawa Barat.

Menurutnya kasus tersebut diawali dari informasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas mengenai adanya peredaran narkoba di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Terkuaknya pabrik narkoba ini juga hasil dari pengembangan atas tertangkapnya dua sepasang kekasih beberapa hari lalu dengan barang bukti ratusan ekstasi siap edar.

Penangkapan yang berhasil terungkap berkat kerjasama tiga pilar ini mendapat apresiasi dari DPR RI. Anggota Komisi III Ahmad Sahroni menilai sinergitas yang dilakukan oleh Polres Jakarta Barat dalam pengungkapan kasus narkoba patut dicontoh oleh seluruh Polres yang ada di Indonesia.

“Seperti disampaikan Kapolres soal pengungkapan pabrik ekstasi di Cibinong berhasil dilakukan karena adanya sinergitas yang baik. Informasi yang diperoleh dari tiga pilar ditelusuri kebenarannya, didukung pula dengan pengembangan tersangka dan mengarah ke lokasi pabrik ekstasi rumahan. Sinergitas ini harus dicontoh oleh seluruh Polres di Indonesia,” papar Sahroni melalui keterangan persnya, Rabu (26/9).

BACA JUGA  Pantau Siskamling, Kapolres Kunjungi Desa Tua

Sependapat dengan Kapolres yang mengemukakan lokasi perumahan kerap menjadi sasaran dijadikannya pabrik rumahan narkoba, Sahroni menekankan pentingnya peran aktif warga, khususnya RT dan RW mengenai aktifitas di lingkungannya.

Sahroni mendesak sistem peradilan memberikan hukuman berat kepada pelaku, khususnya bandar besar dan pengelola pabrik rumahan narkoba. “Berikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku yang telah meracuni anak bangsa. Ini (hukuman berat) juga akan menjadi warning terhadap mereka yang berniat terjun ke bisnis narkoba,” tegas politisi NasDem itu.

“Kita sudah banyak melihat bukti narkoba telah merusak berbagai elemen. Pejabat, politisi, artis, polisi, TNI, hingga anak kecil menjadi sasaran narkoba. Jangan beri ruang kepada peredaran narkoba. RT dan RW harus aktif mengawasi lingkungannya dari peredaran narkoba,” tambah Sahroni.

Kata Kapolres, pabrik rumahan ini menghasilkan ekstasi jenis langka dan memberi efek yang lebih berbahaya daripada ekstasi umumnya. Fenomena baru karena yang ada di sini produksi ekstasi cukup berbahaya, istilahnya adalah three in one,” beber Hengki.

BACA JUGA  Polsek Sungkai Selatan Amankan Pelaku Curat

Dia melanjutkan, yang dimaksud three in one adalah ekstasi tersebut mengandung efek stimulan, halusinogen, dan depresan. Paduan ketiga efek ini sangat berbahaya buat tubuh dan dapat memberikan dampak yang merusak.

“Biasanya ekstasi hanya mengandung efek stimulan, yaitu MDMA, di sini ada mengandung efek depresan dan halusinogen, berbahaya three in one ini,” ucap mantan Paskibraka lulusan Akpol 1996 ini.

Selain menyita ribuan butir ekstasi dari tangan para tersangka, Polres Jakarta Barat juga mengamankan bahan baku berupa bubuk caffein seberat 1.274 gram, bubuk avic 4.751 gram, bubuk ephedrine 136 gram, bubuk key 35 gram, bubuk red posfor 1.800 gram, pewarna bubuk 250 gram, tiga botol kecil bahan baku pewarna makanan cair merk kupu-kupu, tiga buah timbangan elektrik, satu buah kalkulator, serta tiga ponsel.

Atas perbuatannya, tiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2, subsider 111 ayat 1. Sementara tersangka yang memproduksi dikenakan 112 ayat 2, 113 ayat 2, 114 ayat 2, 132 ayat 2 UU narkoba no 35, juncto perbuatan atau pemufakatan jahat untuk lakukan pidana narkoba secara terorganisasi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati.[*]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here