BERBAGI

Laporan : Fath/ Atr

BANDAR LAMPUNG – Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Dewi Febrianti (31) oknum PNS ATR/BPN Pringsewu. Terdakwa terbukti melakukan pungutan liar.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan pungli, ” kata Ketua Majelis hakim,  Novian Saputra, di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (15/2).

Selain itu,  terdakwa juga dijatuhi denda Rp25 juta subsidiar satu bulan kurungan.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntuan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ferdy Andrian yang menuntut terdakwa selama 8 bulan penjara dengan denda pidana sebesar Rp25 juta subsidair 3 bulan kurungan.

BACA JUGA  Saber Pungli Diminta Bertindak Tegas

Novian dalam persidangan mengatakan terdakwa bersalah telah melakukan pungli sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf e Jo Pasal 12 A Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Hakim Novian dalam membaca amar putusan mengatakan bahwa terdakwa telah
melakukan pungutan liar (pungli) dalam mengurus berkas balik nama sebidang tanah.

BACA JUGA  Penerimaan Peserta Didik Syarat Pungli

Ia mengatakan berdasarkan fakta persidangan, peristiwa korupsi itu bermula pada Jumat, 16 Maret 2018 sekira pukul 15.00 WIB.

Saat itu terdakwa menghubungi karyawan kantor pejabat pembuat akta tanah (PPAT) milik korban Hafsah Desiana melalui Rista namun tidak aktif.

Kemudian terdakwa kembali menelpon karyawan lainnya yakni Ari Susanti, dalam percakapan tersebut terdakwa menanyakan pembayaran dalam pengurusan biaya balik nama bidang tanah sebesar Rp2,1 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here