BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Wakil Ketua MPR yang juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid  (HNW) tak percaya dengan hasil survei yang menyebutkan PKS terancam tak lolos Parlementary Threshold (PT) 4 %. Sebab, survei tersebut kadang tidak akurat.

“Survei itu bukan satu-satunya yang harus dipercaya, karena bukan kitab suci. Karena survei di pilgub di DKI, Jateng, dan Jabar, survei tidak akurat,” tegas Hidayat di Gedung DPR ,Jakarta, Kamis (13/9).

Hidayat menjelaskan PKS mempunyai survei internal yang dijadikan pegangan untuk melihat elektabilitas partai. Namun, PKS tidak mengabaikan survei dari lembaga lain seperti LSI Denny JA dan lain-lain.

Ia yakin PKS akan menjadikan hasil survei di luar partai itu sebagai masukan dan tidak alergi dengan hasilnya meski mengecewakan. “Ya, sebatas hasil survei saja,” ujarnya.

“Saya yakin, elektabilitas PKS akan meningkat, apalagi masih cukup waktu menuju Pemilu 2019,” tambah Hidayat.

Pada Rabu (12/9) kemarin Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan, jika pemilu digelar saat ini sejumlah partai tidak lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Survei sendiri dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 dengan melibatkan 1.200 responden di 33 provinsi Indonesia.

Lima partai yang terancam tidak lolos ambang batas parlemen, yaitu: 1. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipilih 3,9 persen responden 2. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dipilih 3,2 persen responden 3. Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dipilih 2,2 persen responden 4. Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dipilih 1,7 persen responden 5. Partai Amanat Nasional (PAN) dipilih 1,4 persen.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here