Laporan : Heri/Vona/CJ
JAKARTA – Presiden Joko Widodo (jokowi) adakan pertemuan dengan petani tebu seluruh Indonesia. Dalam pertemuan itu, tak hanya menerima masukan dari para petani, Jokowi pun berjanji akan menaikkan harga pokok pembelian (HPP) gula.

“Saya masih belum secara detail mengenai permasalahan, terutama berkaitan dengan harga. Saya minta bisikan dari Pak Menko (Menko Perekonomian Darmin Nasution, red), tapi juga belum nangkep betul, makanya saya minta dari yang dari Lampung ada tidak?” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (6/2).

Untuk mengetahui permasalahan rill di lapangan, Jokowi mempersilahkan para petani dari Lampung hingga Jawa Barat maju. Mereka diminta menceritakan problem petani tebu di lapangan.

BACA JUGA  Jokowi Bakal Bangun 5 Juta Rumah
IKLAN

Dalam acara tersebut, sejumlah petani tebu menyapaikan keluhan serta aspiarasi yang diinginkan

Seperti yang disampaikan Harmonis Siaga Putra asal Lampung. Harmonis mengatakan bantuan sosial dari Kementerian pertanian selama tiga tahun terakhir tidak sampai kepatani walau pun kami sudah berberapa kali sampakan padahal petani tahun 2014 sudah dapat pupuk untuk modal mengolah lahan, bansos itu diakui Harmonis sangat membantu mengurangi ongkos produksi petani tabu.

“karena ada kebijakan pemerintah harus ada sertifikasi bibit sedangkan semua perusahan gula di Lampungtidak mau mengeluarkan sertifikasi itu, “ungkap Harmonis siaga putra.

BACA JUGA  Ancaman Cak Imin Ke Jokowi Berhasil

Mulyadi, petani tebu asal Jawa Barat, menjelaskan betapa sulitnya menjual gula karena kebijakan yang dikeluarkan. Ia berharap pemerintah menetapkan HPP gula terendah sebesar Rp 10.500/kg.

“Sulit menjual tahun kemarin dari giling pada Mei akhir selesai dijual Desember akhir terkendala beberapa kebijakan untuk Menteri Perdagangan. Harga Rp 9.700 belum ada keuntungan. Kami harap Rp 10.500 jadi acuan pemerintah harga acuan terendah, bukan tertinggi,” ujar Mulyadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here