Laporan : Makmur PJ
BANDARLAMPUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung terus memantau perbaikan jembatan penyebrangan orang (JPO) di beberapa lokasi di Bandar Lampung.

Ini dilakukan dalam rangka pelayanan bagi masyarakat yang masih mengunakan JPO.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Ahmad Husna mengatakan, sebelumnya ada dua titik JPO yang cukup mengalami kerusakan parah, dan sudah dilakukan perbaikan seperti di depan Ramayana Jalan Raden Intan dan depan Rumah Makan Garuda di Jalan Kartini Bandar Lampung.

“Dan saat ini JPO yang menjadi perhatian pemerintah yakni di Jalan Teuku Umar (dekat kantor PT KAI Divre IV Tanjungkarang). Kita mau merehab. Ini kan butuh waktu dan butuh perhitungan yang cermat,” kata Husna, Senin (19/8).

BACA JUGA  Kadis PU Ungkap Progres Pembangunan 2 Flyover

Husna menyebutkan kondisi penutup atas JPO sudah tidak layak tetapi untuk lantainya masih layak untuk dilewati oleh masyarakat. Sehingga pihaknya akan mendorong pihak swasta terkait untuk segera melakukan perbaikan.

“Ya nanti akan dikoordinasikan kepada pihak yang bertanggungjawab di situ, untuk merehab penutup atau sekaligus bagian lantai apabila ada yang sudah keropos-keropos serta membahayakan,” ujar Husna.

Menurutnya, pihak swasta yang saat ini bertugas dalam pemeliharaan JPO yakni Devis Advertising. Dishub akan meminta bantuan kepada yang bersangkutan untuk memperbaiki.

BACA JUGA  Swissbell Hotel, Tradisionil Hingga Internasional Food Tersedia

“Itu masih jadi tanggungjawab mereka. Jangka waktunya lupa saya, tapi sebelum Pak Herman jadi Wali kota,” tandasnya.

Pantauan di lokasi, para pengguna JPO mulai beraktivitas menggunakan fasilitas seperti biasanya. Keadaan fisiknya, lantai pada JPO ini telah diperbaiki, sebagian yang tak layak sebelumnya untuk digunakan telah diperbaharui.

Sementara, tiang yang biasanya diperuntukkan kepada pengguna untuk berpegangan telah dilakukan pengecatan ulang. Memang kurang maksimal, akan tetapi cukup indah untuk dipandang.

Akan tetapi, atap JPO yang berbahan plastik viber itu belum dilakukannya perbaikan. Bahkan, sebagian besar space atap viber telah kosong dari penyanggahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here