BERBAGI

Laporan : Narto/Yogi/CJ
REMBANG – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Wilayah Kodim 0720/Rembang, tidak hanya melaksanakan kegiatan pembangunan jalan atau memperbaiki RTLH saja, akan tetapi dalam TMMD ke-103 ini juga ada sasaran non fisik, yaitu memberikan penyuluhan kepada para petani Desa Pasedan.

Bertempat di balai Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Kodim 0720/Rembang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Rembang memberikan penyuluhan pertanian kepada warga setempat yang bekerja sebagai petani, sabtu (13/10).

Para penyuluh pertanian berasal dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Rembang yang secara khusus memberikan materi tentang peningkatan produksi jagung utamanya jagung hibrida. Tanaman ini sangat cocok untuk Desa Pasedan yang memiliki struktur tanah lempung dan sawah tadah hujan.

BACA JUGA  Penyuluhan Hukum Warga Pasedan

Menurut Supeno pemberi materi penyuluhan dari BPP Kabupaten Rembang mengatakan “Jenis bibit jagung hibrida yang cocok di sini adalah jenis tongkol dua, dan teknologinya adalah memakai bibit unggul yang bermutu dan bersertifikat, lalu pamakaian pupuk organik dan pupuk kimia yang berimbang dengan takaran yang pas,” ungkap Supeno.

Menurut Supeno, Hama jagung yang paling ditakuti petani adalah hama penggerek tongkol, penggerek batang dan tikus. Hama ini sebenarnya bisa dicegah, dengan cara melakukan tanam secara serempak.

BACA JUGA  Dr. Zam Zanariah, Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba

“Untuk ketepatan, bibit dari pabrikan itu sudah ada unisidanya, insyaalah tidak akan terserang penyakit penggerek tongkol, kalaupun terserang kemungkinannya kecil,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasedan, Kusman mengatakan, kegiatan penyuluhan pertanian yang merupakan bagian dari program TMMD ini sangat bermanfaat, Ia berharap kegiatan ini bisa meningkatkan produksi tanam jagung yang baik bagi warga Desa Pasedan.

“Masyarakat kami itu mayoritas petani, lahan di sini memang cocoknya ditanami ketela dan jagung. Semoga penyuluhan ini bisa membawa manfaat, karena mungkin masih ada beberapa petani yang belum tahu tentang cara bercocok tanam yang baik dan benar,” ungkap Kades.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here