BERBAGI
Zainudin Hasan-Mantan Pegawai KPK

Laporan: Tim Redaksi FOKUS
JAKARTA-Kejadian menarik di akhir pekan kali ini adalah adanya pemukuraln terhadap pegawai KPK yang sedang melakukan tugas di salah satu hotel di Jakarta [https://web.lintaslampung.com/dua-pegawai-kpk-dianiaya-saat-tugas].

Berdasarkan kajian akademisi, pemerhati hukum pidana berkesimpulan, apa yang terjadi merupakan pelemahan terhadap pemberantasan korupsi dan perlawanan para koruptor alias premanisme.


Berikut ulasan singkatnya:
Zainudin Hasan, Dosen Pidana UBL, mantan Pegawai KPK.

PEGAWAI KPK yang datang kehotel borobudur tersebut membawa identitas sebagai pegawai KPK sehingga jelas ia bekerja untuk dan atas nama KPK sebagai alat Negara, sehingga apa yg terjadi pada pegawai KPK seperti luka-luka dan sebagainya harus ditindak secara tegas oleh pihak kepolisian.

BACA JUGA  Zainudin Didakwa "Makan Suap" Miliaran

Menjadi penegak hukum seperti pegawai KPK memili risiko yang tinggi sehingga setiap pegawainya harus dilindungi terutama pada saat menjalankan tugas.

Masuknya penganiayaan, kalau nanti dalam pemeriksaan ada unsur menghalang halangi penyidikan KPK itu sudah masuk pasal baru tentang menghalang halangi penyidikan sebagaimana diatur dalam pasal 21 UU No.31 Tahun 1999 jo UU No.20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam hal ini, kepolisian harus tegas, mencari dan mendapatkan dalangnya. Kalau dari pihak KPK, penyelidik atau pegawai KPK ketika menjalankan tugas harus didampingi oleh pihak kepolisian dengan melakukan koordinasi pada ruang lingkup masing masing atasannya.

BACA JUGA  Eni Bantah 'Bermain' DI PLTU Riau

Dalam hal ini fungsi penyelidikan biasanya, pegawai KPK bisa saja menggunakan tekhnik under cover awalnya tanpa menampakkan diri sbg pegawai KPK, kecuali kalau memang terdesak untuk mengaku dan menunjukkan identitas.

Guna melindungi penyelidik dan penyidik KPK bisa saja diberikan senjata sesuai dengan mekanisme per UU an yang berlaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here