Pemprov Lampung Gelar Ramah Tamah Bersama Jajaran Dirjen Amerika dan Eropa Kemenlu RI

Minggu, 15 Juni 2025 | 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Silaturahmi dan Ramah Tamah bersama jajaran Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, di Bandarlampung, Sabtu (14/6/2025) malam.

Acara ini terkait dengan peran Provinsi Lampung sebagai tuan rumah bagi kegiatan Pelatihan Komoditas Berkelanjutan untuk Negara Sehaluan/Like-Minded Countries 2025.

Dalam acara ini, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, M. Firsada hadir mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di hadapan peserta dari 16 Negara mitra. Tujuan acara ini untuk memperkuat praktik berkelanjutan serta diplomasi ekonomi daerah.

Pada kesempatan itu Pj. Sekdaprov Firsada menyampaikan komitmen Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang mendukung penuh hilirisasi komoditas kopi dan kakao guna memperkuat posisi daerah di pasar ekspor global. Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan masyarakat Lampung.

“Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia atas inisiatif dan dukungannya, serta kepada seluruh peserta dari 16 negara sahabat yang telah berkenan hadir. Semoga pertemuan ini membawa manfaat besar, tidak hanya bagi pembangunan sektor kopi dan kakao, tetapi juga bagi persahabatan antarbangsa,” ujarnya.

Pj. Sekdaprov Firsada menyoroti kekayaan alam Lampung, khususnya dua komoditas strategis, yakni kopi robusta dan kakao. Kopi robusta Lampung telah lama dikenal di dunia berkat aromanya yang kuat, karakter rasa yang khas, dan kualitas biji yang unggul. Ia menegaskan bahwa hal ini adalah hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah daerah, dan semangat kolaborasi yang tak pernah padam.

Baca Juga:  Hardiknas 2026; Meneguhkan Semangat Pendidikan Nasional

“Kopi robusta dari Lampung telah lama dikenal dan dihargai di berbagai belahan dunia. Ini adalah buah dari kerja keras para petani, dukungan dari pemerintah daerah, dan semangat kolaborasi yang tidak pernah padam,” jelas Firsada.

Selain kopi, kakao Lampung juga memainkan peran penting dalam rantai pasok industri cokelat global. Biji kakao dari provinsi ini dikenal memiliki kualitas fermentasi yang baik sehingga banyak dicari produsen cokelat ternama. “Ini adalah potensi besar yang terus kita dorong agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” tambahnya.

Firsada menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendorong hilirisasi, memperkuat kemitraan petani dengan industri, serta membuka akses pasar ekspor yang lebih luas. Peningkatan kapasitas petani juga menjadi prioritas melalui pelatihan, akses teknologi, dan pembiayaan inklusif.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran teknis, tetapi juga ruang dialog antarbangsa untuk memperkuat kerja sama dan solidaritas global dalam mewujudkan sistem pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Apakabar Kasus Register 44 dan 45? Berita Korupsi KONI Lampung Raib di Google Search…

Pada kesempatan yang sama, Direktur KSIA Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri RI Nidya Kartikasari menjelaskan bahwa Lampung dipilih sebagai lokasi praktik lapangan karena potensi unggulan di sektor komoditas kopi dan kakao, serta pengalaman daerah dalam pengembangan rantai pasok berkelanjutan. Praktik lapangan yang telah dilaksanakan sejak tanggal 27 Mei -13 Juni 2025 ini dilakukan di Kabupaten Tanggamus dan Lampung Timur, melibatkan petani dan komunitas lokal secara langsung.

Kegiatan pelatihan yang mengusung pendekatan Training Network Initiative for Business Alignment (TNI-BA) ini berlangsung di dua lokasi, yaitu di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Provinsi Lampung sebagai lokasi praktik lapangan.

Melalui kerja sama ini, Lampung diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai pusat komoditas unggulan nasional yang mendukung praktik usaha berkelanjutan dan inklusif di kancah global.

Sementara itu, Kepala CTTS IPB Damayanti Buchori menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting bukan hanya karena dihadiri 16 Negara, tetapi juga karena merupakan kesempatan nagi Indonesia untuk menjadi bagian dari gerakan global.

(Adpim)


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Penangganan Kasus TBC Mesuji Dapat Pujian Wagub
Temu Gapembi, Wagub Akui Dapur MBG Banyak tak Miliki SLHS
Jihan Apresiasi Nasyiatul Aisyiyah, Ajak Minimalisir TPPO
Wagub Minta Program Kerja Kessos Lebih Kreatif dan Efektif
Konflik Agraria Dua Kampung Dan AURI, Tim KNARA Turun Ke Lokasi Sengketa
Bupati Ayu : Keberhasilan PAUD Program Wajar 13 Tahun Melalui Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor 
DPR Pastikan Pengawasan Ketat Keselamatan Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi
ILS Komitmen Pendampingan Pasien Daerah Terpencil

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:19 WIB

Penangganan Kasus TBC Mesuji Dapat Pujian Wagub

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:12 WIB

Temu Gapembi, Wagub Akui Dapur MBG Banyak tak Miliki SLHS

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:06 WIB

Jihan Apresiasi Nasyiatul Aisyiyah, Ajak Minimalisir TPPO

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:58 WIB

Wagub Minta Program Kerja Kessos Lebih Kreatif dan Efektif

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:38 WIB

Konflik Agraria Dua Kampung Dan AURI, Tim KNARA Turun Ke Lokasi Sengketa

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Penangganan Kasus TBC Mesuji Dapat Pujian Wagub

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:19 WIB

#indonesiaswasembada

Temu Gapembi, Wagub Akui Dapur MBG Banyak tak Miliki SLHS

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:12 WIB

#indonesiaswasembada

Jihan Apresiasi Nasyiatul Aisyiyah, Ajak Minimalisir TPPO

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:06 WIB

#indonesiaswasembada

Wagub Minta Program Kerja Kessos Lebih Kreatif dan Efektif

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:58 WIB

#indonesiaswasembada

Konflik Agraria Dua Kampung Dan AURI, Tim KNARA Turun Ke Lokasi Sengketa

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:38 WIB