BERBAGI

Laporan : Vona/Fath/CJ
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung ikut menangani kasus inses (hubungan seksual sedarah) yang menimpa AG, warga Pringsewu. AG yang juga penyandang disabilitas itu menjadi korban inses keluarga yakni ayah kandung JM, kakak kandung SA, dan adik kandungnya YF.

BACA JUGA  Bayana Beri Perhatian-Motivasi Kepada Wanita Asal Lombok Yang Terlantar

Sebagai bentuk kepedulian, Dinas PPPA mengunjungi korban ke lokasi kejadian kasus AG untuk melakukan pendampingan secara intensif dalam hal psikis, trauma healing hingga pendampingan hukum, Kamis (28/2).

Menurut Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung, Bayana, kunjungan ini bertujuan agar kondisi psikologis AG dapat kembali normal.

Bahkan, hari ini Jumat (1/3), Dinas PPPA Provinsi Lampung bekerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KPPPA RI) menyelenggarakan rapat koordinasi terkait Kebijakan perlindungan anak penyandang disabilitas.

BACA JUGA  Dukung Pembangunan, Pemprov MOU dengan Perguruan Tinggi

Tujuannya, selain menindaklanjuti kasus AG tersebut, juga memberikan perhatian khusus terhadap anak penyandang disabilitas agar mereka dapat tumbuh dan berkembang setara dengan anak lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here