BERBAGI

Laporan: Makmur/adpim

BANDARLAMPUNG– Pemerintah Provinsi Lampung mendorong Usaha Mikro, Menengah dan Kecil (UMKM) memaksimalkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran digital. Melalui sistem QRIS ini, Program Smart Village dan Kartu Petani Berjaya (KPB) akan berkembang seiring masuknya teknologi digital di pedesaan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto saat mewakili Gubernur Arinal Djunaidi dalam Sosialisasi dan Edukasi Digitalisasi Pembayaran menggunakan QRIS dan Pilot Project Digitalisasi UMKM secara virtual di Ruang Video Conference Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Kamis (4/3).

BACA JUGA  Arinal Dukung Krui Pro World Surf Leaque

“BUMDes di desa akan berkembamg. Dan BUMDes ini dapat berkolaborasi dengan UMKM sehingga ekonomi di desa itu berputar termasuk bersinergi dengan Kartu Petani Berjaya. Masyarakat harus sudah lebih siap dengan aplikasi pembayaran elektronik ini,” kata Fahrizal.

BACA JUGA  Gubernur Apresiasi Penandatanganan RPP & RKT Antara TNBBS dan BPJN

Dalam acara yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung ini, Fahrizal mengatakan pembayaran transaksi non tunai melalui QRIS ini selain memudahkan proses transaksi.

“Ini akan menghemat uang yang beredar dimasyarakat dan juga secara otomatis berkontribusi menekan penularan virus Covid-19,” ujar Sekdaprov Fahrizal.##

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here