Laporan : Makmur PJ
LAMPUNG TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogjakarta, menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pendidikan dan Agrobisnis, di Gedung Pusat UGM, baru-baru ini.

Nota kesepahaman ini bertujuan untuk meningkatkan potensi sumber daya yang dimiliki, guna mendukung keberhasilan pembangunan khususnya dalam bidang perekonomian di Kabupaten Lamteng.

Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto, mengatakan, kerjasama tersebut dilakukan untuk mendukung rencana besar pembangunan wilayah di Kabupaten Lampung Tengah, baik dalam bidang perekonomian maupun dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan lain-lain.

‚ÄúSalah satu sasaran yang ingin kami capai adalah peningkatan SDM, dan ini berhubungan dengan kerjasama yang akan kami jalankan dengan UGM”, ujarnya, Senin (22/7).

BACA JUGA  AKBP I M Rasma: Lamteng Harus Sejuk

Orang nomor satu di Bumi Beguai Jejamo Wawai ini menjelaskan, ruang lingkup nota kesepahaman ini meliputi bidang-bidang seperti pertanian, peternakan, perkebunan, pendidikan, pariwisata, energi, lingkungan hidup, pengembangan budidaya tanaman jahe dan ternak bebek potong, serta perencanaan wilayah.

Dalam kerjasama ini Pemkab Lamteng juga diberi kesempatan mengirim SDM tamatan SLTA untuk kuliah di UGM tanpa tes, tetapi atas rekomendasi Bupati setelah melalui seleksi yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat dengan kurun waktu 4 tahun.

BACA JUGA  Harganas Ke-XXVI, Lamteng Raih 5 Penghargaan

Kemudian UGM setiap tahunnya akan mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat atau KKN.

MoU lainnya yang tak tidak kalah penting adalah pengembangan potensi wilayah Kabupaten Lamteng yaitu, tentang Pengembangan Muara Cabang Bandar Surabaya yang akan dijadikan Dermaga untuk lintas Jawa dan Sumatera, dengan mengeruk muara agar kapal besar dapat sandar.

“Karena kalau semua diangkut lewat darat tentunya akan pemborosan dalam hal kerusakan jalan seperti halnya saat ini jalan dari Bandar Surabaya – Kotagajah tidak pernah bagus. Coba pakai jalan air kalau ke Jawa dan Palembang, kan efisien,” ujar Bupati.

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here