BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Pertimbangan dan keputusan Presiden Joko Widodo membebaskan Ustadz Abu Bakar Baasyir sudah tepat. Alasan kemanusiaan yang mendasari pertimbangan presiden itu hendaknya tidak dipolitasir, tertutama karena Ustadz Baasyir yang sudah sepuh dan sakit-sakitan itu telah menjalani sebagian besar dari masa hukumannya.

“Jangan lupa bahwa ustadz Baasyir yang sudah sangat sepuh itu telah delapan tahun menjalani masa hukumannya. Sebagai Lansia, ada saja gangguan kesehatan yang dihadapi Ustadz. Maka, wajar saja jika Presiden menyetujui usul pembebasan Ustadz Baasyir. Biarlah keluarga di Solo yang akan menjaga dan merawat beliau, ” tegas Ketua DPR Bambang Soesatyo.

BACA JUGA  Bamsoet Minta HIPSI Membangun Ekonomi Rakyat

Keputusan Presiden itu pun menjadi sangat layak karena Ustadz Baasyir sangat kooperatif dan berkelakuan baik selama menjalani masa hukumannya. Berdasarkan alasan-alasan itu, Ketua DPR mengimbau semua kalangan untuk tidak mempersoalkan keputusan Presiden bagi pembebasan Ustadz Baasyir itu.

Dengan kembali ke rumah dan dirawat oleh keluarga, Ketua DPR berharap Ustadz Baasyir bisa memulihkan kesehatan dan kebugarannya agar bisa kembali berdaawah, menyebarluaskan pesan kebaikan dan persatuan umat.

BACA JUGA  Bamsoet Tolak Hak Angket Iwan Bule

Seperti diketahui, Ustadz Baasyir yang kini berusia 80 tahun divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam sidang yang digelar Juni 2011.

Ustadz Ba’asyir dinyatakan terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer kelompok teroris yang mengadakan latihan bersenjata di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here