BERBAGI
Amplop berisi uang yang disita. Dok

PANITIA Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanggamus masih memproses dugaan money politics (politik uang) yang dilaporkan tim pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus Dewi-Syafii (De-Sa).

Ketua Panwaslu Tanggamus Dedi Fernando mengatakan, yang melaporkan dugaan praktik money politik adalah IS, kemudian terduga pelaku adalah SN warga Pekon Singosari Kecamatan Talangpadang.

”Ya, kami sudah menerima laporan dari IS tentang adanya praktik money politik, dimana berdasar laporan IS, SN ini diduga membagi-bagikan amplop berisi uang atas nama Paslongub No 3 dan Paslonbup No 2,” kata Dedi, Minggu malam kepada sejumlah awak media di kantor Panwaslu Tanggamus.

BACA JUGA  Soal Pilgub? Sudahlah Gak Komen

Ditambahkan Dedi, jika, amlpop yang berhasil diamankan di Pekon Singosari sebanyak 332 amplop dengan total nomimal Rp16,6 juta. ”Satu amplop nominalnya Rp50 ribu,” ujar dia. Masih kata Dedi, bahwa pihaknya tidak akan gegabah dalam menangani persoalan ini.

”Ya, masih kita proses, belum kita tentukan, sebab kita harus dalami dulu dan telusuri, kita kedepankan asas praduga tak bersalah, yang jelas kami perlu waktu lima hari untuk memproses ini,” kata dia.

BACA JUGA  Nanang Berharap Pilgub Aman

Dilanjutkan Dedi, bahwa, ada sanksi tegas berupa pidana bagi pelaku money politik, seperti yang telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 sebagaimana perubahan UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada.

”Dalam Pasal 187 poin A hingga D disebutkan, orang yang terlibat politik uang sebagai pemberi bisa dipenjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan atau 6 tahun,” pungkas Dedi.[*/red/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here