Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Salah satu pasien covid-19 di kabupaten Lampung Utara yang tengah di isolasi memberanikan diri untuk mempertanyakan perihal bantuan sembako terhadap keluarga yang ditinggalkan dirumah, mengingat, selama ini pasien tersebut adalah tulang punggung keluarga.

Mereka yang ditinggalkan harus mengisolasi diri guna menghindari kontak dengan orang lain. Hal itu menjadi faktor utama kesulitan mereka untuk mendapatkan bahan pangan sehari-hari, sehingga keluarga pasien benar-benar membutuhkan perhatian Pemerintah.

“Selama ini kami mencari uang diluar untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara dengan keadaan saya diisolasi begini praktis ekonomi keluarga terganggu. Dan selama 2 (dua) hari ini, belum ada sedikitpun bantuan yang diberikan untuk keluarga dirumah, Sehingga kami cukup terbebani dengan masalah keluarga dirumah, “Ujar salah seorang pasien saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Selasa (15/09) malam.

BACA JUGA  6 Ribu Pulang Kampung, Lampung dapat Tambahan Terkonfirmasi 11 Pasien

Ia mulai risau dengan keadaan keluarga yang ditinggalkan di rumah, namun dirinya tak dapat berbuat apa-apa, selain mengharapkan perhatian dari pemerintah terhadap keluarganya.

“Saya harap pemerintah daerah secepatnya bisa membantu meringankan beban saya, tolong keluarga saya diperhatikan selama masa isolasi ini,” harapnya.

Terpisah, salah satu Lurah yang ada di kecamatan Kotabumi Selatan, Ahmad Taslim saat dikonfirmasi, mengaku baru kali ini terjadi di kelurahan Tanjung aman yang warganya terpapar corona, dan belum mengetahui perihal bantuan sembako yang diberikan kepada keluarga pasien.

“Baru kali ini bang, warga saya terpapar virus Corona, selama ini yang kami ketahui hanya penyemprotan disinfektan dari PMI, kalau untuk bantuan sembako terhadap keluarga pasien saya belum tahu, saya belum dapat informasinya. Tapi akan saya ditindaklanjuti, betul, ini musibah, tidak mengenal kaya dan miskin,” terangnya.

BACA JUGA  Ini Instruksi Gubernur Lampung soal Covid 19

Camat Kotabumi Selatan, Sari Husin saat dimintai keterangan terkait bantuan untuk keluarga pasien, mengungkapkan bahwasanya bantuan bagi keluarga yang terpapar covid-19 sedang menjalani karantina atau isolasi, baik yang difasilitasi oleh pemerintah, maupun mereka yang melakukan isolasi mandiri dirumah, mendapatkan bantuan berupa sembako.

“Itu ada bantuan sembako dari Tim Gugus Tugas Kabupaten, berupa sembako, satu bulan dua kali. Tempo hari saya sendiri yang menyerahkan bantuan tersebut,” tegasnya.[*]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here