Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Calon ketua umum Golkar pasca Bamsoet mundur kocar kacir. Masing-masing cari selamat badan alias main di level aman.

Setelah Bamsoet, giliran Indra Bambang Utoyo dan Agun Gunandjar mundur dari bursa Ketua Umum partai yang akan dipilih pada Munas Golkar.

Keduanya merupakan loyalis Bambang Soesatyo yang sudah menyatakan untuk mundur dari pencalonan tersebut.

“Saya menyatakan mundur dari pencalonan bakal calon ketua umum pada munas ke-10 yang akan datang,” kata Indra Bambang Utoyo saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/12).

BACA JUGA  Bamsoet: Soal Sabu ' Kontainer'; Usut Tuntas!

Indra menjelaskan, dirinya mundur mengikuti langkah Bamsoet yang sudah berekonsiliasi dengan pesaingnya, Airlangga Hartarto. Rekonsiliasi itu, kata Indra, dilakukan bagi kepentingan partai agar tidak terpecah.

Hal tersebut juga mengarah pada hasil pemilihan umum (pemilu) yang selalu memperlihatkan kemunduran bagi partai Golkar.

“Tadinya kami berdua (Indra dan Agun) marah, tapi kami melihat konsekuensi hal itu kita bisa pecah,” ungkapnya.

Agun Gunandjar juga memutuskan untuk mengundurkan diri dari pemilihan orang nomor satu dari partai berlogo pohon beringin itu. Ia menjelaskan, alasan dirinya untuk maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar adalah agar memiliki suara dalam Munas yang akan digelar.

BACA JUGA  Bamsoet Terima GNPF Ulama

“Saya bukan pengurus, bukan pimpinan fraksi, cuman anggota yang kebetulan DPR, masuk Munas tidak bisa apa apa. Dengan jadi calon setidaknya saya bisa bicara,” ujar Agun.

Ia ingin mengkritisi kepemimpinan Airlangga beberapa tahun ini yang dinilai tidak demokratis. Namun, setelah melakukan mediasi dengan sejumlah pihak, Ia mengaku telah mendapat jaminan dari Airlangga agar menjadi pemimpin yang lebih demokratis nantinya.

“Saya dapatkan jaminan itu dari Airlangga,” pungkas Agun.(*)

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here