Panjat Pinang Dan TMMD Punya Filosofi Sama

53
BERBAGI

MAGELANG -Suasana Dusun Kreo Desa Gandusari Kecamatan Bandongan nampak begitu meriah. Anggota TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD menggelar lomba panjat pinang.

Perhelatan ini sengaja digelar dalam rangka memeriahkan peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus dan sekaligus sebagai ajang silaturahim antara warga Dusun Kreo Desa Gandusari dengan Satgas TMMD 102 Kodim 0705/Magelang..

Komandan Kompi Satgas TMMD 102, Kapten Arm Ahmad Syakir mengungkapkan, bahwa dalam perlombaan panjat pinang ini mengandung makna yaitu pembelajaran yang sangat nyata dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, ada beberapa gambaran yang dapat dijabarkan untuk memaknai permainan panjat pinang.

BACA JUGA  Suka Cita Pedagang Sayur Keliling Iringi Pembangunan Jalan TMMD

“Panjat pinang menggambarkan sikap manusia dalam kehidupan sosial sehari-hari, orang akan menyadari jika bekerja sendiri itu akan terasa berat, dalam panjat pinang ini membutuhkan kerjasama dalam kelompok. Antara yang di atas dan yang berada di bawah, menjadi satu kesatuan dengan harapan menggapai kemenangan,”tuturnya.

BACA JUGA  Anak-Anak Paud Gembira Dan Senang Bisa Foto Bareng TNI

Sementara itu, Kapten Inf Suparman, salah seorang Komandan Peleton (Danton) Satgas TMMD, mengatakan jika lomba panjat pinang merupakan contoh perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini sama halnya dengan kegiatan TMMD yang berlangsung di Desa Gandusari. Dimana TNI-rakyat bersatu padu menyelesaikan seluruh pekerjaan seusia dengan waktu yang ditetapkan. Begitu juga dengan panjat pinang. Filosofinya tidak berbeda,” pungkasnya. [rls/magelang]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here