BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menanggapi Sistem Integritas Partai Politik (SIPP) yang disiapkan Komisi Pemberantasan Korupsi. Oso (sapaan Oesman Sapta) tidak mau susah-susah menjelaskan itu.

Cara mencegah korupsi di dalam partai pada akhirnya kembali ke pada pribadi kader. “Korupsi ini hanya bisa dilawan dengan hati nurani,” tegas OSO di ‘Hari Korupsi Se-Dunia’ di Jakarta, Selasa (4/12).

Menurut Ketua DPD RI itu, yang bisa mencegah korupsi adalah hati nurani masing-masing. “Jadi, Hanura mengikuti apa saja kebijakan KPK. Pokoknya apa yang sudah diatur KPK, saya setuju saja,” kata Oso.

BACA JUGA  Mahyudin Terima Bintang Mahaputera

Namun lanjut Oso, hal itu bukan karena partai politik takut dengan KPK, melainkan KPK memang harus dilihat sebagai cerminan semangat pengurangan korupsi. Termasuk di internal partai politik.

“Apakah KPK harus ditakuti? Tentu, tidak. KPK itu harus menjadi cermin bagaimana mengurangi korupsi,” pungkasnya.

KPK telah mengajak semua partai politik peserta pemilu 2019 untuk menandatangani integritas dan menjalankan SIPP. SIPP ini mencakup masalah kode etik, demokrasi internal partai, pendanaan yang transparan, dan kaderisasi.

BACA JUGA  Bustami; Hadapi Covid 19, Pangan Harus Berdaulat

Sementara itu Ketum PAN Zulkifli Hasan berpendapat, pencegahan korupsi di internal partai politik tidak bisa dilakukan tanpa ada sistem yang baik. “Sistem parpol harus disempurnakan agar tingkat korupsi yang dilakukan oknum parpol berkurang. Kalau KPK mau agak ringan kerjaannya,” ujarnya.

Sistem parpol itu khususnya dalam hal pembiayaan partai bisa mencegah korupsi. Seperti di Amerika Serikat, sebagian besar biaya partai politik ditanggung oleh negara. Sehingga, ketika terjadi korupsi, parpol bisa melakukan tindakan tegas dan keras.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here