Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Oknum pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara diduga mengendalikan operasional Warung Elektronik Gotong-royong (E-Warong) yang ada di wilayah kerjanya.

Salah satu E-Warong yang melayani Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 2 Kelurahan yaitu Kelurahan Tanjung Harapan dan Tanjung Senang dititipkan pada salah satu rumah warga Kelurahan Kota Alam berinisial (M) yang letaknya hanya beberapa meter dari kediaman oknum TKSK tersebut tanpa ada branding atau pengenal E-Warong dalam bentuk Banner dan sebagainya. Lebih mirisnya rumah warga tersebut bukanlah warung atau tempat berdagang sesuai dengan apa yang menjadi pedoman umum Progam Sembako tahun 2020.

BACA JUGA  Kebun Dalam Didapuk jadi Kampung KB

Pemilik rumah mengakui bahwa dirinya hanya dititipkan oleh oknum TKSK berinisial (E) perangkat EDC tanpa Perjanjian Kerja Sama (PKS) ataupun surat keterangan lainnya . Rumahnya digunakan untuk menampung sembako (beras,telur,kentang,buah,kacang hijau) yang dikirim oleh supplier setiap bulannya berdasarkan permintaan E-Warong. Bahan sembako yang nantinya dibuatkan paketan, akan dibagikan kepada masing-masing KPM yang menggesek Kartu Keluarga Sejahtera di mesin EDC yang ada di kediamannya.

BACA JUGA  Anggaran Tersedia, Pilkades Serentak Lampura Siap Digelar

“Saya ini hanya dititipkan, rumah saya dipakai untuk menampung sembako, sekaligus tempat orang-orang mengambil paket sembakonya. Sebelumnya kerjaan ini dirumahnya (E) saya baru dititipkan kalau tidak salah sekitar 5 bulanan,” ujar sumber saat di konfirmasi, Selasa (26/01).

Ia juga mengatakan tidak pernah mengoperasikan alat EDC untuk melayani KPM, dikarenakan ada petugas yang sepengetahuannya merupakan warga dari Kelurahan Tanjung Harapan. Beberapa orang setempat hanya diperbantukan untuk menolong dalam penyiapan paket sembako, yang kemudian diberikan imbalan berupa uang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here