BERBAGI

Laporan : M.Danis Mulya

BANDAR LAMPUNG – Sangat ironis nasib masyarakat kecil yang selalu menjadi korban dari oknum – oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merasa mempunyai kekuasaan di lingkungan dinas tempatnya bekerja, bukannya memberikan pelayanan yang baik sebagai abdi negara tapi menjadikan mereka objek ketidakberdayaan.

Pantauan Lintaslampung di Pasar Kedondong, Banyak sekali surat perjanjian sewa menyewa Toko/Kios/Los dan Tanah Pasar Pemda di Pasar Kedondong Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran di duga di palsukan oleh oknum Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pesawaran.

Hal ini yang terjadi pada pedagang Pasar Kedondong Pak Idil, surat perjanjian sewa menyewa Toko/Kios/Los dan Tanah Pasar Pemda (berbentuk sertifikat)  di palsukan oleh oknum berinisial A staf Dinas Diperindag Kabupaten Pesawaran.

Hal yang sama juga terjadi pada pedagang Pasar Kedondong Pak H. Umar, surat perjanjian sewa menyewa Toko/Kios/Los dan Tanah Pasar Pemda
(berbentuk sertifikat) palsu yang di lakukan oleh oknum A staf Diperindag Kabupaten Pesawaran.

Kronologis kejadian pemalsuan tersebut menurut para pedagang bahwa yang mengurus surat-surat tersebut adalah oknum berinisial A dengan biaya antara 80 ribu sampai 100 ribu perkios dengan waktu pengurusan kurang lebih satu minggu dan para pedagang awalnya tidak tahu kalau sertifikat tersebut adalah palsu tapi setelah di urus oleh APPSI ke Dinas Diperindag baru tahu kalau sertifikat tersebut palsu dan oleh Dinas Diperindag di tukar dengan yang asli.

Saat di konfirmasi oleh Lintaslampung, Kadis dan Kabid Pasar Diperindag Kabupaten Pesawaran membenarkan dan menurut Kabid Pasar Zurna dengan jelas mengatakan bahwa benar itu palsu dan sudah kami ganti, katanya pada Lintaslampung di ruang kerja Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pesawaran.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here