Nasabah Pinjaman Online Harus Ekstra Selektif  

404

Oleh : Lukmanul Hakim

Dosen Hukum Bisnis

Beberapa hari yang lalu terdengar kabar mengenai, Pinjaman online di aplikasi bodong tak hanya merenggut pundi-pundi Dona. Perempuan ini juga harus kehilangan mata pencariannya. Hal ini bermula dari April 2018 lalu, Dona meminjam sejumlah uang ke salah satu aplikasi fintech peer-to-peer lending.

IKLAN

Namun, dalam beberapa waktu, Dona tak bisa membayar. Ia terus memperpanjang pinjaman hingga bunga membengkak. Saat itulah, mulai muncul telepon dan pesan singkat bernada intimidatif kepadanya dari perusahaan pinjaman online tersebut. Tak hanya itu, petugas penagih pun menghubungi beberapa nomor di kontak telepon Dona dan memberitahu bahwa ia memiliki utang. Dona dianggap memasang nama bosnya sebagai jaminan. Akhirnya Dona dipecat dari pekerjaannya. (Kompas.com dengan judul “Cerita Dona Kehilangan Pekerjaan Karena Pinjaman Online”,  4/2).

BACA JUGA  Presisi Tidak Diapresiasi, Salah Di Bully

Akademisi, pemerhati hukum bisnis menyimpulkan, apa yang menjadi dasar dalam kabar diatas merupakan ketidakberdayaan nasabah pengguna jasa pinjaman online yang menjadi korban ketidakadilan yang tidak sesuai dengan aturan pembiayaan yang ada, mengingat aturan mengenai pinjaman online atau biasa kita kenal dengan peer to peer landing belum memiliki regulasi yang tepat karena sampai saat ini belum ada Undang-Undang yang sesuai dalam penerapan pinjaman online.

BACA JUGA  Menakar Modal Prabowo-Jokowi

Dan hanya ada satu regulasi terkait yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/ POJK.1/ Tahun 2016 tentang Peer To Peer Landing yang merupakan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi.

Selain itu platform pinjaman online juga harus memiliki izin pendaftaran serta mengajukan perizinan sesuai dengan amanat Pasal 3 hingga Pasal 15 aturan dari POJK No. 77 tersebut. Untuk memastikan hal tersebut, OJK pun mengharuskan penyelenggara P2P Lending untuk menyediakan persyaratan sesuai dengan ketentuan. Dan dapat dipastikan bahwa platform tersebut tidak bodong atau abal-abal karena telah terdaftar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here