Laporan: Putri Nova/Cj

LAMPUNG TIMUR-Penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang di Lampung Timur sudah masuk tahap yang menghawatirkan karena zat yang mematikan itu sudah merambah hampir seluruh pelosok desa, dan yang lebih miris lagi pengunanya mulai anak muda hingga orang tua karenaya perlu dilakukan upaya pencegahan secara dini dari seluruh lapisan masyarakat.

“Pencegahan secara dini yang melibatkan orang tua, guru, tokoh masyarajat, tokoh adat, alim ulama, Polisi, TNI hingga pemangku kebijaksanaan harus dilakukan secara bersama-sama agar masyarakat Lampung Timur tidak tergoda bujuk rayu dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang akan merusak ahlak dan moral masyarakt,” tandas anggota DPRD Lampung H. Noverisman Subing SH MM saat melakukan sosialisasi peraturan daerah Nomor 1 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, di salah satu rumah warga di Desa Sukadana Tengah, Kecamatan Sukadana Lampung Timur, Sabtu (25/1).

Kalau seluruh unsur masyarakat tidak melakukan pencegahan dan menyatakan perang terhadap narkotika maka hampir dipastikan tidak akan ada generasi yang mampu meneruskan estafet kepemimpinan di Lampung Timur. Mengapa karena masyarakat Lampung Timur sudah terjerumus menjadi pecandu barang haram yang mematikan itu. Karena kita semua harus menyatakan perang terhadap narkotika.

BACA JUGA  Petahana Belum Aman, Golkar Nyaman dalam Pelukan PKB?

Pada bagian lain mantan Wakil Bupati Lampung Timur ke dua tahun 2005-2010 itu sangat mendukung kegiatan atau program Bersinar (Bersih Narkoba) yang digagas BNN Lampung Timur terhadap masyarakat di 264 Desa di 24 Kecamatan, dan mengapresiasi upaya pihak kepolisian yang terus menerus menangkap para bandar dan pemakainya.

Para bandar yang ditangkap hendaknya dapat diberi hukuman yang lebih berat agar mereka jera untuk tidak mengulangi perbuatanya setelah mereka keluar dari penjara atau lembaga pemasyarakan.

Menurut Nover, orang tua yang memiliki banyak waktu bersama anak-anaknya harus lebih fokus dan memperhatikan tingkah laku dan kebiasanya sehari-hari, jangan membiarkan anak-anaknya pulang terlambat dari sekolah apalagi sampai pulang malam, kalau melihat wajah mereka sudah sayu maka jangan sungkan-sungkan untuk membawa mereka ke BNN agar di periksa apakah anaknya sudah mulai mengunakan narkoba dan sejenisnya.

Begitu juga para ibu-ibu kalau sudah melihat prilaku suaminya mulai berubah yang biasanya ngak pernah keluar malem sekarang mulai pulang malam, muka sayu, bicaranya ngelantur ini salah satu tanda-tanda awal kalau mereka mulai mengunakan narkoba, maka cepat minta pertolongan kepada tokoh masyarakat atau ulama guna menasehati suami agar terlepas dari kebiasaan buruknya.

BACA JUGA  Kemah Bersama Peringati HUT Pramuka

Makanya peran ulama, tokoh adat maupun tokoh masyarakat menurut politisi PKB itu sangat penting sekali untuk memberikan pencerahan, nasehat sekaligus mengisi rohani kepada masyarakat agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkotika, dan yang sudah mulai terkena Insya Allah bisa meningalkanya.

Sementara itu Johan Ibrahim SE, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Lampung Timur yang diwakili oleh Joko Susilo mengatakan Lampung Timur masuk zona merah dalam hal penyalahgunaan narkotika, bahkan Kecamatan Sukadana berada diurutan ketika setelah Jabung dan Labuhan Maringgai.

Karenanya ia berterimakasih kepada anggota DPRD Lampung yang turut membantu BNN untuk mensosialisasikan bahaya narkoba, lebih baik kita melakukan pencegahan dari pada mengobati karena kalau sudah terjangkit narkoba maka hanya satu pilihanya yakni kontrak mati sia-sia.

Makanya dari pada ada masyarakat Lampung Timur yang mati sia-sia lebih baik kita bersama-sama melakukan pencegahan secara dini.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here