BERBAGI

MESKI laju suku bunga acuan telah dinaikan sebesar 50 bps atau sesuai dengan keinginan pasar untuk meredam pelemahan rupiah lebih dalam, namun tidak banyak berimbas pada pergerakan rupiah yang hanya naik tipis.

“Pelaku pasar masih mencermati perkembangan dari potensi terjadinya perang dagang antara AS dan Tiongkok sehingga permintaan akan mata uang safe haven masih lebih besar,” ujar analisis Binaartha Reza Priyambada dalam riset yang diterima Senin (2/7).

BACA JUGA  IMF Peringatkan Risiko Penurunan Ekonomi Asia Meningkat

Sementara itu, lanjutnya, dari dalam negeri belum adanya sentimen terbaru selain dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang memang ditunggu pelaku pasar. Adanya pernyataan Menko Perekonomian, Darmin Nasution, bahwa kenaikan tersebut mengikuti perkembangan global yang ada dan antisipasi terjadinya capital outflow cukup direspon positif.

Meski kenaikan suku bunga acuan merupakan sentimen sesaat untuk meredam gejolak Rupiah namun, diharapkan dapat membuka peluang kenaikan lanjutan.

BACA JUGA  Rupiah Kembali Melemah, 1 Dolar AS Rp 14.130

“Sentimen dari dalam negeri lainnya turut dinantikan pelaku pasar terutama rilis data-data ekonomi di awal bulan. Di sisi lain, pergerakan EUR yang menguat setelah adanya kesepakatan terkait imigran turut diharapkan berimbas positif pada pergerakan Rupiah. Adapun Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support 14.368 dan resisten 14.295,” pungkasnya.[akt/heri/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here