Laporan : Ilham/CJ
LAMPUNG TENGAH – Musim kemarau yang terjadi di sejumlah kawasan di Provinsi Lampung, sudah berdampak ke beberapa kawasan di Lampung Tengah (Lamteng).

Di Kampung Purnama Tunggal, Way Pengubuan, Lamteng, warga harus berjalan hingga satu kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Sejumlah warga mengaku, kekeringan sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Akibatnya, mereka harus antre ke sejumlah sumur di musala atau mengambil air di rumah warga yang memasang sumur bor.

Sugeng salah satu warga menuturkan, untuk keperluan air bersih empat anggota keluarganya, ia harus rela setiap hari mengantre dan membawa air bersama warga lainnya.

BACA JUGA  PTPN VII Terima Balitbangda Kalsel

“Jadi dua bulan terakhir harus ngambil dari musala di sana (lebih kurang berjarak 500 meter),” terang Sugeng saat ditemui di rumahnya, Rabu (21/8).

Beban warga semakin berat, karena mereka harus mengeluarkan biaya lebih untuk bisa mendapatkan air bersih di sumur bor bilik bersama itu.

“Ya harus bayar, mas. Seikhlasnya. Karena kita juga kan harus ikut menanggung beban listriknya,” sambungnya.

BACA JUGA  Anggota DPRD Lamteng Sumarsono Ajak Petani Manfaatkan Lahan Pekarangan

Pernyataan tak jauh berbeda disampaikan Siti warga lainnya. Ia menyebutkan, harus mencuci pakaian dan mengambil air bersih di sumur umum yang berada di Musala Nurul Iman.

Siti mengatakan, setelah sumur di rumahnya kering ia harus mondar-mandir ke sumur umum bersama warga lainnya mencuci dan membawa air dengan timba manual.

“Ya harus bolak-balik sini (rumah-sumur umum), sehari dua kali, pagi dan sore. Ngambil (air) buat minum sama cuci pakaian,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here