BERBAGI

MAGELANG – Perlu keteguhan dan ketekunan yang tinggi bagi Mubarokhah untuk memiliki jamban sehat sendiri. Keterbatasan ekonomi membuatnya harus menerapkan skala prioritas dalam menggunakan keuangan guna keperluan keluarga.

Betapa tidak, selama ini Mubarokah yang merupakan warga RT 01/05 Dusun Mirimunggul Desa Gandusari Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang lebih mementingkan untuk kebutuhan pokok keluarga, seperti pangan, sandang dan keperluan pendidikan anaknya. Sehingga kebutuhan yang lain untuk sementara waktu dinomor duakan.

Sarana MCK yang merupakan kebutuhan sehari – hari belum begitu terpikirkan oleh Mubarokah. Pria berusia 30 tahun yang baru dikaruniai seorang anak itu masih menggantungkan pada orang tuanya dalam hal MCK. Apalagi beberapa waktu lalu meskipun Mubarokah sudah berumah tangga namun masih satu rumah dengan orang tua.

BACA JUGA  Untuk Hadapi UKP, Satgas Bantu Warga Ambil Air

Pikiran Mubarokah mulai berubah ketika mulai memisahkan diri dari orang tuanya. Dengan menempati rumah sederhana, Mubarokah mulai berpikir akan pentingnya kamar mandi dan jamban sehat.

Keinginan untuk memiliki jamban sehat semakin menggebu, karena ia berpikir jamban merupakan sarana yang cukup penting dalam keluarga dengan pola hidup sehat. Dan, gayung pun bersambut. Beeberapa bulan yang lalu Mubarokah termasuk salah satu warga yang disarankan oleh Nurjanah (kepala dusun) untuk mendapatkan bantuan jamban sehat pada proyek TMMD Reguler 102 yang akan dilaksanakan oleh KOdim 0705/Magelang.

Dan benar saja, setelah TMMD Reguler 102 Kodim 0705/Magelang dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo material untuk membangun jamban mulai berdatangan.

Enam orang anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler 102 Kodim 0705/Magelang dibawah kendali Sersan Kepala Joko Prianto mulai membangun jamban. Dengan dibantu oleh Mubarokah yang juga meruakan seorang tukan bangunan, anggota satgas dengan keikhlasan mengerjakan pembuatan jamban.

BACA JUGA  TNI Tegaskan Lahir Dari Rahim Rakyat

Mulai dari pengambilan material hingga pengerjaannya, Mubarokah senantiasa bahu – mebahu bersama anggota satgas. Termasuk saat pengambilan bis beton yang akan dipakai untuk pembuatan “jumbling” atau saptick tank.

Dipastikan dihari hari yang akan datang Mubarokah dan anggota keluarganya tidak perlu lagi numpang ke rumah orang tua apabila akan buang hajat.

Ketika ditemui saat mengambil besi beton, Mubarokah mengucapkan rasa syukur dan terima kasih, baik kepada TNI ataupun dengan Nurjanah, Kadus Mirimunggal. Proses pembuatan jamban dikerjakan bersama antara satgas TMMD dengan Mubarokah. Kini, jamban itu telah selesai dan sudh bisa digunakan.[rls/magelang]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here