Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – MPR RI optimis yakin bangsa Indonesia yang dikenal kuat dengan kegotong-royongan, tolong-menolang, kebersamaan. Solidaritas sosial dan bersatu-padu dalam menghadapi berbagai jenis ancaman termasuk pandemi dan resesi, maka akan mampu melewati ancaman tersebut.

“Solidaritas yang tinggi, bergandeng-tangan dan sebagainya sehingga tanpa menunggu komando yang diperkuat lagi dengan nilai-nilai dalam kelima Pancasila, saya yakin kita akan mampu melewati ancaman resesi itu,” tegas Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Hal itu disampaikan dalam diskusi Empat Pilar  MPR RI “Penguatan Nilai Gotong Royong untuk Antisipasi Resesi” bersama anggota MPR RI dari Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian dan UKM Luhur Pradjarto, dan Ketua/Pendiri NCBI (Nation and Character Building Institute) Juliaman Saragih, di Kompleks MPR RI Senayan Jakarta, Rabu (2/8).

Kegotongroyongan tersebut bahkan diakui dunia. Dimana lanjut Ketua NasDem itu, dalam survei ‘World Loud Analisys’ bangsa Indonesia di angka 70 persen mampu menghadapi ancaman covid-19 tersebut. Padahal, pandemi korona ini tak hanya berdampak pada kesehatan, tapi ekonomi, stabilitas dan pertahanan nasional.

BACA JUGA  Bamsoet Dukung Listyo Jabat Kabareskrim

“Yang terpenting kebijakan itu harus transparan, akuntabel, kolaborasi, koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah, dan seluruh rakyat bersatu dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila dengan disiplin protokol kesehatan. Itulah modal dasar bangsa ini dalam menghadapi berbagai ancaman. Karena itu, saya yakin dan optimis bangsa ini akan mampu melewati berbagai jenis ancaman tersebut,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapnan Ace Hasan Syadzili, jika modal sosial terbesar bangsa Indonesia adalah gotong-royong, saling tolomng-menolong, kebersamaan, solidaritas sosial dan itu sudah berlangsung sejak lama dan dari berbagai macam peradaban. “Jadi, bangsa ini mempunyai ketahanan sosial yang sangat kuat dan inilah yang mesti terus ditumbuhkan,” katanya.

Selain itu pemerintah sendiri memiliki banyak program seperti trisula, yang sejak penanganan covid-19 memang dibutuhkan kesadaran bersama dengan disiplin protokol kesehatan, vaksin masih butuh uji klinis, dan sosial tak saja terkait kebutuhan dasar masyarakat, melainkan meningkatkan daya beli.

BACA JUGA  Bamsoet: HUT RI Ke-75, Momentum Merdeka dari Covid

Hal itu karena pandemi ini berdampak pada shokc demand (produksi) ke shok suplai (distribusi) ekonomi yang mengalami kelambatan. Karena itu melalui stimulus diharapkan masyarakat bisa mendorong daya beli untuk pertumbuhan ekonomi tersebut.

Karena itu lanjut Ace Hasan, pandemi ini momemtum bagi uji terhadap ketahanan bangsa melalui nilai-nilai kebangsaan, solidaritas, kedermawanan dan kesetiakawanan soaial. Sehingga apapun yang terjadi termasuk resesi, bangsa ini akan mampu menghadapi kondisi ini.

Menurut Ace bangsa ini memiliki banyak kelebihan. Kebutuhan dasar yang tak perlu impor dan malah diekspor.

“Jadi, pandemi ini hikmahnya besar untuk terus menumbuhkan solidaritas dan kesetiakwanan sosial, karena semua kebutuhan dasar bisa diprouduksi dari dalam negeri. Jadi, MPR optimis dan negara ini akan kuat serta mampu menghadapi ancaman resesi. Hanya saja jangan dirusak dengan kebijakan yang menimbilkan kecemburuan sosial, konflik, sosial unres (ketidaktetraman), seperti Bansos, BLT dan sebagainya harus didistribusikan dengan adil,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here