BERBAGI

MAGELANG- Sertu H.Komarodin, salah satu Babinsa Koramil-10/Candimulyo membuat kejutan lagi. Babinsa yang sudah menyandang berbagi predikat ini rupanya tak tinggal diam untuk menunjukan karya nyatanya dilapangan. Sebutanya mulai “sang Komandan petani” (gelar dari Aster Kasad) sang “Motivator” (dari Dinas Kesehatan Kabupaten), sampai dengan Komandan gula semut dan madu lanceng. Semua yang di raihnya ternyata penuh dengan perjuangan.

Sebagai Bintara pembina desa yang sering turun kewilayah, tentunya nama Komarodin sudah tidak asing lagi ditelinga warga candimulyo, karena cara bergaulnya yang sangat supel terhadap siapa saja, apalagi komar memiliki segudang prestasi, sehingga sosok dan namanya mudah dikenal.

Dengan beberapa predikat yang dia raih tersebut, Komar merasa terpanggil ketika satuan yang ia naungi saat ini Kodim 0705/magelang sedang melaksanakan giat TMMD reguler ke-102. Dengan kemampuan yang ia miliki, sang “motivator” berusaha memberikan dharma bakti yang terbaiknya kepada satuan yang telah membesarkan namanya lewat program KB (mantap), yang berupa MOP dan MOW.

Kedua jenis KB tersebut adalah jenis Kontap (Kontrasepsi Mantap). KB yang diperuntukan bagi pasangan yang akan mengakhiri kehamilan atau yang sudah tidak ingin mempunyai anak lagi, akan tetapi dianjurkan bagi yang sudah mempunyai anak dua (2) atau lebih dan anak yang terakhir berusia minimal lima (5) tahun.

BACA JUGA  Sukacitanya Mbah Sari, Tentara Usai Merehab Musholanya

KB jenis MOW (Medis Operasi Wanita) adalah jenis kontrasepsi permanen (mantap) berupa tindakan (operasi) kepada kedua saluran telur, dengan anastesi lokal tanpa rawat inap, dan dapat dilakukan pada pasca persalinan, pasca keguguran dan dalam masa interval (tidak hamil). Cara kerja sistim ini adalah menghambat perjalanan sel telur wanita, sehingga tidak dapat dibuahi oleh sperma.

Sedangkan MOP (Medis Operasi Pria) merupakan salah satu metode kontrasepsi mantap bagi pria dengan cara operasi kecil yang lebih ringan dibanding sunat. Yaitu dengan cara menghalangi transport spermatozoa atau jalanya sel mani, sehingga tidak dapat membuahi sel telur.

Kedua sistim KB tersebut sengaja dipilih Komar bukan tanpa sebab, meskipun cara tersebut bagi semua orang dianggapnya adalah KB yang sangat berat bagi mereka, karena sudah tidak bisa mempunyai keturunan lagi, termasuk biaya yang dikeluarkan sangatlah mahal.

Namun berkat usaha dan pendekatan yang matang, serta kepiawaianya dalam bergaul dan berkomunikasi dengan warga, Komarpun dengan mudah mendapatkan pasien dan mau diajak untuk KB jenis ini.

Meskipun masyarakat semula memandang KB tersebut adalah berat, tapi setelah ada penjelasan dari Babinsa, rupanya dalam waktu 2 minggu setelah TMMD reguler 102 resmi dibuka (10/7) ternyata ada 6 pasien yang sudah mendaftarkan diri menjadi pasien KB jenis tersebut.

BACA JUGA  Dua Babinsa Ini Dapat Apresiasi

Hal ini tentunya menjadi prestasi tersendiri bagi Komarodin “sang motivator”. Karena keenam pasien yang ia rektrut sudah menjalani operasi di RSU Sardjito Jogjakarta (27/7) dengan selamat dan sukses.

Riyanti (33) warga Desa Tembelang, Candimulyo salah satu warga yang mempunyai 4 anak ini rela mendaftarkan diri menjadi pasien KB jenis MOW. Yanti yang sehari-hari bekerja sebagai PRT, dan suami sebagai tukang batu harian, tentunya hasil yang didapat sangatlah kurang apabila harus mencukupi kebutuhan keluarga dan keempat buah hatinya. Namun, semenjak kenal dengan Babinsa, Yanti sering dikasih pengertian dan gambaran-gambaran tentang program KB. Sejak itulah Yanti merasa ketertarikanya dengan program yang ditawarkan Babinsa tersebut, hingga akhirnya mereka mau melakukan program KB jenis MOW dengan gratis, “ungkap Yanti

Yanti merasa berterima kasih kepada Babinsa Bp. H.Komarodin, karena sudah membantu memberikan penjelasan tentang kontrasepsi jenis MOW. Komar juga sudah mengantar saya ke Jogja untuk melaksankan operasi tanpa dipungut biaya sepeserpun. [*/rls/Magelang].

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here