Laporan: Heri Suroyo/Cj
SALAH satu bukti sejarah kuat masyarakat Lampung ada di tanah Jawa adalah diakuinya Minak Sangaji sebagai salah satu cagar budaya di Banten. Sebagai salah seorang bekas adipati di tanah Jawa, Minak Sangaji cukup sohor disana sebagai salah seorang moyangnya orang Lampung.

Minak Sangaji kala itu membawa 40 keluarga dari Lampung dan membaginya pada 4 wilayah di tanah Jawa tepatnya Banen. Cikoneng, Salatuhur, Bojong, dan Tegal. Di sana, keturunan orang-orang Lampung berkembang biak hingga saat ini.

BACA JUGA  Disdikbud Launching Smart School Berjaya

“Bukti sejarah keberadaan orang Lampung itu salah satunya pulau Sangiang, termasuk masjid tertua yang masuk cagar budaya, termasuk situs penziarahan Minak Sangaji, banyak situs-situs di sini, itu bagian sejarah orang Lampung di Cikoneng,” kata Kepala Desa Cikoneng, Nur Wahdini seperti dilansir detiknews.

Budaya Lampung di empat wilayah yang kini menjadi kampung itu mayoritas adalah orang Lampung. Bahasa keseharian pun menggunakan bahasa Lampung dengan masih memegang teguh adat istiadat Lampung meski berkehidupan di Tanah Jawara. Lantaran hidup di empat kampung, mereka biasa menyebut mereka sebagai Lampung Cikoneng atau Lampung Pak Pekon. Lampung Pak Pekon berarti orang-orang Lampung yang berada di empat kampung.

BACA JUGA  Nunik Dorong Kesetaraan Perempuan

Kebesaran Minak Sangaji tak tersemburat hari ini. Terbukti, Lampung belum melihatnya sebagai budaya adiluhung. Dan hari ini, Minak Sangaji menanti kasih Lampung sebagai pemilik sejarahnya.[*]

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here