Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA РPemerintah memberikan perhatian yang besar kepada orang miskin melalui bantuan sosial yang disalurkan  Kementerian Sosial (Kemensos) tepat sasaran meskipun ada mis data.

“Tepat sasaran kalau tidak mungkin sudah rusuh di bawahnya dan ¬†Pemerintah menginginkan adanya peningkatkan kesejahteraan bagi keluarga miskin maupun rentan miskin,” tegas Mensos Juliari Batubara dalam Dialektika Demokrasi bertema “Bantuan Sosial sudahkah tepat sasaran” di Media Center Gedung DPR Jakarta, Kamis (19/11).

BACA JUGA  Film G 30 S, Menolak Lupa Kekejaman PKI

Menurut Juliari , sejauh ini ada beberapa bansos yang disalurkan Kemensos, antara lain, Program Sembako yang dahulu bernama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi yang terdampak penyebaran virus corona (Covid-19)

Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara menginginkan adanya pembaruan data penerima manfaat. Ia melihat banyak daerah kabupaten/kota tidak melakukan pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sejauh ini, ada sekitar 400-an Kabupaten/Kota yang tidak memperbaharui data selama lima tahun.

BACA JUGA  Fahri Nyakini UKM Penyelamat Indonesia

Ia mengatakan pemberian bantuan harus memenuhi prinsip keadilan. Saat ini, ada banyak orang di luar yang layak menerima bansos, namun karena persoalan pendataan mereka tidak menerima bansos.

“Kita jangan pelihara orang miskin. Kita kasih “kandang” itu-itu saja,” ujarnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here