BERBAGI

Laporan : Ilham prayogi /Akt
JAKARTA – Coba tengok kanan-kiri Anda. Berapa banyak anak kecil dan balita yang Anda lihat diam terpaku tidak jauh dari orangtuanya berada, susah payah menggenggam erat dengan kedua tangan mungilnya sebuah tablet atau smartphone entah milik ayah atau ibunya, atau justru miliknya sendiri yang ukuran layarnya bahkan jauh lebih besar dari ukuran kepalanya.

Pemandangan yang cukup familiar, bukan?

Smartphone dan tablet adalah senjata terfavorit para orangtua untuk membuat anak-anaknya tetap duduk tenang dan tidak rewel, terutama bagi mereka yang super sibuk dan memiliki banyak hal yang lebih mendesak daripada mengurus anaknya. Gadget elektronik juga dapat dijadikan alat suap yang cukup efektif. Orangtua menggunakan smartphone atau tablet mereka untuk membuat anak-anak mereka berkelakuan baik di tempat umum, duduk taat di dalam mobil, naik ke atas kereta dorong, atau bahkan demi potty training yang sukses.

BACA JUGA  Cara Untuk Menambah Nafsu Makan

Para ahli mengutarakan, walaupun dampak dari televisidan video pada anak-anak kecil sudah dipahami dengan baik, pemahaman masyarakat tentang perangkat mobile pada anak pra-sekolah telah jauh dilangkahi oleh seberapa banyak dan sering anak-anak ini telah menggunakannya.

BACA JUGA  Awas! Main Ponsel Saat BAB Berisiko Kena Ambeien, Ini Sebabnya

Efek buruk smartphone atau tablet untuk anak

Ahli parenting, psikologis, dan bahkan pemerhati kesejahteraan anak mengkhawatirkan efek dari smartphone, tablet, dan gadget lainnya dengan touchscreen pada anak di bawah usia tiga tahun yang hobi menggunakannya. Mereka percaya bahwa waktu bermain yang dihabiskan dengan memelototi layar gadget mungkin memiliki efek negatif pada otak anak yang sedang berkembang. Lebih lanjut mereka memperingatkan bahwa menggunakan tablet atau smartphone untuk mengalihkan perhatian anak dapat merugikan perkembangan sosial-emosional mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here