Laporan: Agus Setiawan

SURABAYA-Langkah Novi dan Aji patut ditiru, pasangan yang telah dikarunia dua putera itu berani mengambil resiko dengan berjualan aneka makanan menggunakan kendaraan roda empat hasil kreditan.

Dengan sedikit tersenyum, Novi (32) didampingi Aji (30) yang berprofesi satpam menceritakan kisah yang sedang ia lakoni. Pada awalmya ujarnya, dirinya hanya seorang pekerja disalah satu perusahaan pemasaran.

IKLAN

Lalu karena gajinya pas-pasan dan tuntutan ekonomi yang lebih tinggi,ia keluar dari tempat bekerja. Setelah keluar dan tak ingin berpangku tangan, ia berembuk dengan suami.Hasilnya Novi nekad membeli mobil dengan cara kredit sebagai sarana tempat usaha.

BACA JUGA  Bagir: Saatnya Perempuan Ikut Tentukan Proses Negara

Pada awalnya tutur Novi, dirinya bejualan kopi, teh manis, rokok dan berbagai macam makanan ringan lainya. Ia pun memulai mengais rezeki dengan berjualan di Tugu Pahlawan Kota Surabaya, tiap Sabtu malam dan Minggu malam. Har-hari ini dipilihnya, karena ditempat ini cukup banyak pembeli.

“Dulu kami berjualan keliling di tugu pahlawan,disana pembelinya agak lumayan ramai. Seiring waktu mungkin karena mendapat hidayah dari sang khalik saya dan suami berjualannya sudah menetap, yakni di jalan raya Gubeng. Omsetnya kalau lagi rame mencapai Rp. 500.000 setiap malam,”kata Novi.

BACA JUGA  Atal Sembiring Depari, Pers Kuatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital

Dengan omset sebanyak itu sambung Novi, pembayaran cicilan mobilnya lancar dan belum pernah terlambat. Bukan itu saja, perekonomian keluarganya sudah mulai membaik.

Wanita kelahiran kota Surabayaini mengisahkan, keinginan berjualan menggunakan mobil datang dari sang buah hati yang saat ini berusia 9 tahun.
“Alhamdulillah mas sejak satu tahun belakangan kita sudah menetap dan mangkal di jalan Raya Gubeng,”ujar Novi polos. [*]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here