Laporan: Makmur/Adpim

BANDARLAMPUNG — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi karena terus memberikan perhatian pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Provinsi Lampung. Salah satunya dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul di PTKIN.

Hal itu disampaikan Menag Yaqut saat acara peluncuran Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UM PTKIN) Tahun 2021 di Kampus UIN Raden Intan Lampung, Kamis (14/1).

“Alhamdulillah saya mendapatkan informasi Bapak Gubernur ini banyak sekali membantu kegiatan-kegiatan PTKIN,” ujar Menag Yaqut.

Yaqut mengatakan selain itu, dirinya menilai bahwa Gubernur Lampung juga memberikan perhatian kepada kegiatan-kegiatan di lingkungan Kementerian Agama.

BACA JUGA  NasDem Ingatkan Prokes Ketat di Pilkada

“Bapak Gubernur ini bukan dari PTKIN tetapi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk PTKIN termasuk juga kegiatan di lingkungan Kementerian Agama,” katanya.

Menurutnya, para lulusan PTKIN juga harus ikut ambil bagian dalam berperan memberikan sumbangsihnya kepada PTKIN. “Saya kira Pak Gubernur harus menjadi inspirasi untuk PTKIN,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yaqut mendorong agar PTKIN harus hadir dengan memiliki kualitas dan mutu yang bisa dibanggakan dan diharapkan kehadirannya oleh calon-calon mahasiswa.

“Bagaimana agar kualitas ini bisa kita tingkatkan, sehingga anak-anak yang masuk PTKIN ini karena memang PTKIN layak untuk dijadikan pilihan oleh anak-anak kita,” katanya.

Ia menjelaskan nilai-nilai islam yang melekat dalam nama PTKIN juga harus menjadikan islam sebagai inspirasi terutama bagi para mahasiswa. Hal ini dilakukan agar nilai-nilai islam dalam PTKIN bisa tersampaikan didalam pola ajar maupun pola pengelolaan yang kemudian dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA  Peran Pengusaha dan Orang Kaya RI Dinanti!

“Saya tidak ingin lulusan PTKIN dimana menjadikan islam sebagai nama didalam perguruan tinggi kemudian terjerat kasus-kasus yang sama sekali tidak islami misalnya korupsi. Kita semua harus menjadikan agama sebagai inspirasi,” ujarnya.

Menurut Menag, jika ini dilakukan akan mampu menghindarkan diri dari segala prilaku yang merugikan.

“Kalau kita jadikan segala prilaku kita ini kita inspirasikan dengan agama, saya yakin prilaku yang merugikan bangsa dan negara kita akan menghindari itu jauh-jauh,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here