BERBAGI

Laporan : M.Danis Mulya

BANDAR LAMPUNG – Toshiba Energy Systems & Solutions Corporation (Toshiba ESS),  pemasok terkemuka solusi energi terintegrasi, hari ini mengumumkan bahwa proyek survei untuk mengembangkan aplikasi H2One™, sistem pasokan energi otonom berbasis hidrogen dari Toshiba, di pulau-pulau terpencil di Indonesia dan Filipina telah didukung oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI).

Toshiba ESS bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah energi di kedua negara melalui survei ini dan juga memperluas bisnis H2One™ di kedua negara tersebut. Indonesia, yang terdiri dari banyak pulau, memiliki tantangan untuk memasok energi yang stabil dan murah untuk setiap pulau, dan memiliki rencana bisnis pasokan listrik yang disebut “RUPTL,” yang bertujuan untuk meningkatkan total kapasitas pembangkit listrik dari energi terbarukan dari 12,52% di 2017 hingga 23% pada tahun 2020.

Hiroyuki Ota selaku General Manager Divisi Bisnis Energi Hidrogen di Toshiba ESS mengatakan, pihaknya yakin bahwa keahlian dan pengetahuan dalam bisnis hidrogen akan membantu mewujudkan masyarakat energi baru dengan sumber daya energi terdistribusi untuk setiap pulau di Indonesia.

Toshiba ESS telah mencapai kesepakatan kemitraan untuk penyebaran H2One™ di seluruh Indonesia dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Seleksi untuk inisiatif ini oleh METI akan mempercepat pertimbangan bisnis untuk solusi bagi tantangan yang terkait dengan energi baik di Indonesia.

Dengan menyebarkan teknologi dan produk energi hidrogen seperti H2One™ ke seluruh dunia, Toshiba ESS akan bekerja untuk membantu menciptakan masyarakat energi yang berkelanjutan melalui produksi lokal dan konsumsi energi lokal, katanya saat di hubungi lintaslampung melalui Washapp, Selasa (9/10).[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here