BERBAGI

Masuk SMA/K Siapkan Dana Puluhan Juta

SISTEM penerimaan siswa dengan meggunakan pola zonasi dan Penerimaan Peserta DIDIK Baru (PPDB) perlu dilakukan evaluasi. Sebab, pola zonasi dan PPDB rawan menimbulkan persoalan dan praktik manipulaif.

Pola zonasi dikhawatirkan banyak anak cerdas dengan zona terbatas tidak masuk ke sekolah yang diinginkan. menurutnya, zonasi juga harus memiliki standar konkrit sehingga anak-anak cerdas dengan kemampuan ekonomi sedang tidak tersahuti denan baik.

BACA JUGA  Kuat Dugaan, Muhaimin, Nunik cs Berbagi Duit Mustafa

Hal ini dikatakan salah seorang Guru, Mehdi M (52), di Bandarlampung, .

Ditambahkan, evaluasi sistem PPDB dan zonasi sudah sangat mendesak dilakukan. Mengingat, belum adanya standar penentuan sumbangan pengembangan institusi (SPI) masing-masing sekolah.

“Ini potensi kecurangan akan terjadi kalau standar ketentuan sumbangan tidak diatur dan diawasi,” katanya.

Dikatakan, penentuan SPI akan diberikan keleluasaan kepada komite sekolah dan orang tua dalam penentuan jumlah bantuan yang akan diterima sekolah. Menurut Mehdi, pola itu hanya akal-akal saja.

BACA JUGA  Penerimaan Siswa Baru Gratis!

“Komite dan orang tua kan obyek. Mereka sangat menginginkan anaknya masuk di sekolah tersebut. Sudah barang tentu berapapun kesepakatannya dia bayar. Makanya muncul angka Rp 22,5 Juta ada yang 18 juta. Apa namanya ini?”kata Mehdi.[vona/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here