BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo/Tr/CJ
MALANG – Masyarakat desa Plaosan Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terletak persis di lereng Gunung Kawi sebelah Selatan, sambut meriah Pagelaran Seni Budaya Wayang Kulit dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR dengan Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kabupaten Malang.

Pagelaran Wayang Kulit yang digelar pada Sabtu malam (24/11) tersebut menampilkan lakon ‘Kisah Parikesit dan Dewi Kunti’ yang dibawakan Ki Dalang Drs. Sugianto, S.Pd yang juga menjabat Sekjen Purwo Ayu Mardi Utomo Malang.

BACA JUGA  Sasar 274 Ribu Masjid, Bamsoet Dukung Gerakan 1 Juta Sajadah

Dalam sambutannya Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengungkapkan bahwa Pentas Seni Budaya Wayang Kulit adalah salah satu metode penyampaian Sosialisasi Empat Pilar MPR.

“Metode ini unik dan sangat efektif sebab sangat fleksibel mengikuti budaya daerah masing-masing. Seperti di Jawa Timur atau Jawa Tengah dengan seni wayang kulit. Jawa Barat dengan seni wayang golek, di Riau dengan seni Gurindam sejenis pantun dan syair serta daerah lainnya dengan keberagaman seninya,” ujarnya.

BACA JUGA  MPR Berkomitmen Wujudkan PPHN

Metode Sosialisasi dengan pentas wayang kulit, lanjut Siti Fauziah, selain ditujukan kepada masyarakat generasi sepuh dan umum yang sudah sangat memahami seni wayang, juga ditujukan kepada masyarakat generasi milenial.

“Ada dua dampak positif yang ingin MPR dapat dari generasi milenial ini yakni pertama, Sosialisasi pasti tersampaikan, kedua MPR ingin melestarikan budaya daerah dengan memperkenalkan seni budaya tanah air kepada generasi muda bangsa sehingga mereka bisa memahami, mencintai dan kemudian menjaga serta melestarikannya,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here