Masalah Otsus Tanah Papua-Isu Pemekaran DOB Masuk Materi Debat Capres – Cawapres

210
BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengakui dan menghormati satuan – satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa.

Karena itu, pemberlakuan Otonomi Khusus di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2001, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah (PERPU) Nomor 1 Tahun 2008 merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempertahankan NKRI berdasarkan konstitusi yang ada.

Selain itu, otonomi khusus tanah Papua bermakna strategis pula bagi masa depan NKRI. Di masa depan, pemerintah juga perlu tegas menyatakan dalam bentuk road map atau peta jalan tentang beberapa sesungguhnya jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang akan dimekarkan melalui program Daerah Otonom Baru (DOB) di tanah Papua.

BACA JUGA  Mega Foto Bareng Paslon 02

Atas dasar pemikiran itu, penting bagi penyelenggara pemilu yaitu KPU untuk memasukan materi masalah otonomi khusus tanah Papua dan isu pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) dalam debat Capres – Cawapres yang akan digelar sebanyak 5 kali ini.

Hal ini dikemukakan oleh anggota DPD RI daerah pemilihan Provinsi Papua Barat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite I DPD RI, Jacob Esau Komigi menanggapi soal rencana perhelatan debat Capres – Cawapres yang akan diselenggarakan oleh KPU.

Menurutnya, rekomendasi Komite I DPD RI harus dibahas tuntas oleh kedua calon dalam debat Capres – Cawapres yang akan berkontestasi pada Pilpres 17 Apri 2019 yang akan datang, yaitu soal pentingnya menyusun Roadmap Pembangunan Otsus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang merupakan pedoman pembangunan yang mengikat dan menjadi tolok ukur kinerja pembangunan Otsus dengan bertumpu pada 3 pilar otsus, yaitu: Pemberdayaan, Perlindungan, dan Keberpihakan/Afirmasi.

BACA JUGA  KPU Akan Umumkan Capres-Cawapres Sesuai Jadwal

Jacob menambahkan bahwa dirinya berharap kedua Capres menawarkan konsep dalam bentuk Grand Design/Blue print masa depan Otsus Papua melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan upaya pembangunan kesejahteraan lainnya dengan tetap dilandasi semangat patriotisme dan gotong royong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here