Oleh: Doel Remos
SOAL Politik di Lampung kita boleh belajar dengan siapapun. Tak terkecuali M Alzier Dianis Thabranie (ADT), mantan Ketua Golkar Lampung dua periode, bahkan nyaris tiga periode. Putra mantan Walikota Bandarlampung Thabranie Daud, cukup malang melintang di dunia ini. Dan tulisan ini disajikan, dalam rangka membaca alam fikiran sang politikus Lampung.

BACA JUGA  Pemprov Lampung Raih 3 Penghargaan Tingkat Nasional

Bicara soal ‘sejenis’ mahar-uang kawin atau istilah apalah yang lebih pantas untuk itu, Alzier tak pernah menyangkal. Setiap langkah kepartaian memerlukan uang alias fulus. Ma fi fulus (tidak ada uang-red), semua tidak bisa jalan. Munafikun Kubro-munafik besar, istilah ADT kalau berpartai tidak menggunakan uang. Uang sebagai alat bayar, diharapkan mampu menyelesaikan segala macam persoalan tekhnis dalam segala hal.

BACA JUGA  Disdikbud Launching Smart School Berjaya

Dikatakan ADT, Mahar Politik mestinya diartikan sebagai uang ‘suporting’ bukan menggoda keyakinan dalam menentukan pilihan. Survey eksternal dan internal soal elektabilitas calon harus menjadi dasar dalam menentukan pilihan. Belum lagi sikap partai yang juga harus dihargai, seperti PKS di Bandarlampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here