BERBAGI

Moeldoko: Jokowi Payung Indonesia

JAKARTA – Salah satu ciri terjadinya perang kebudayaan adalah maraknya hoaks, berita palsu dan ujaran kebencian yang berkembang begitu garang.

Hal ini dikatakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat hadir dalam pembukaan pameran karya seni kolaborasi Goenawan Mohamad dan Hanafi bertajuk ’57 x 76’ Galeri Nasional, Jakarta Pusat kemarin.

Pameran ini menampilkan 217 karya seni yang dikerjakan bersama dua seniman berbeda latar belakang selama enam bulan terakhir. Moeldoko mengungkapkan, momentum ini merupakan kolaborasi batin di antara dua ‘empu’ yang sama-sama merendahkan hatinya untuk membuat kesetaraan. “Hasilnya, terjadilah percakapan indah yang kemudian melahirkan simbol-simbol baru,” paparnya.

BACA JUGA  Jokowi Optimistis Potensi UMKM Masih Dapat Ditingkatkan

Tentang angka ’57 x 76’, yang sebenarnya merupakan usia dari dua seniman itu, Moeldoko memiliki ‘rumusan’ unik. Dua angka itu jika berjumlah menjadi 133.

“2018 dikurangi 133 adalah 1885. Pada 1885, Patung Liberty yang dibuat oleh perupa dari Perancis tiba di Amerika Serikat. Patung Liberty tangan kanannya menjunjung tinggi obor kebebasan, sementara tangan kiri memeluk erat konstitusi. Ini menunjukkan, bahwa dalam demokrasi, konstitusi harus selalu di hati,” urai Panglima TNI 2013-2015 itu.

BACA JUGA  BEM Se Indonesia Mau Temui Jokowi Asal Dilakukan Diruang Terbuka

Moeldoko juga menunjukkan salah satu karya dalam ruang pameran, yakni sebuah payung tanpa kain, yang lebih menyerupai tongkat. “Karya itu menunjukkan pentingnya kita memiliki pegangan atau penuntun. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia perlu memiliki pegangan yang kuat,” tegasnya.

Mantan Wakil Gubernur Lemhanas ini memaparkan, berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi telah menjadi ‘payung’ dan tongkat penuntun bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kebijakan BBM Satu Harga, misalnya. Itu adalah upaya hadirnya sebuah negara untuk melindungi masyarakatnya tanpa terkecuali,” ungkapnya. [*/ksp/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here