BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI F-Golkar, Adies Kadir mengingatkan, over kapasitas di lembaga pemasyarakatan (Lapas) sudah lampu merah dan tidak bisa dianggap remeh oleh pemerintah. 60-70 Persen penghuninya pelanggaran kejahatan narkotika.

“Tidak bisa dianggap remeh karena kondisi Lapas di seluruh Indonesia sudah lampu merah pemerintah harus melakukan perubahan,” jelas Adies Kadir dalam diskusi Forum Legislasi ‘Overkapasitas Lapas, UU Pemasyarakatan Dibutuhkan’ di Jakarta Selasa (14/9).

Untuk seluruh Indonesia kondisi Lapasnya termasuk di Sumatera Utara over kapasitas sampai 350 persen. 60-70 persen isinya Narapidana (Napi) Narkotika, koruptor dan napi masalah trafiking.

BACA JUGA  Kepala BPIP Diancam Dipecat tidak Hormat

“Ini sangat tidak manusiawi. Ini masalah besar di negara kita. Kami malah minta petugas lapas setiap dua tahun di roling,” ujar Adies Kadir.

Anggota Komisi III DPR RI F-PDIP, I Wayan Sudirta, mengatakan yang paling penting sistem peradilan koordinasi antar penegak hukum. Kalo sudah terjadi koordinasi masalahnya bisa terukur.

I Wayan Sudirta membanding peradilan progresif dengan peradilan adat seperti yang di lakukan di Bali. Menurut dia hukum adat di Bali tidak pernah diprotes. Bagi pelaku pelanggaran hukum secara adat di ganjar dengan sanksi kerja sosial, sanksi denda, dan dipenjara dirumah.

BACA JUGA  SMSI: Stop Bahas RUU KUHP, Fokus Covid 19

Anggota Komisi III DPR RI F-PPP, H. Arsul Sani, mengatakan persoalan Lapas over kapasitas penyelesaian bukan hanya dengan UU, tetapi harus dengan pendekatan sistem. Salah satunya penghuni Lapas yang terbanyak adalah pengguna narkotika.

Menurut dia pengguna murni harusnya rehabilitasi tapi diproses murni. Terkait Lapas, situasi persoalannya memang sangat rawan. Ibarat penyakit sudah akut sudah masuk stadium 4.

“Kalau kita lihat di Sumatera Utara, Tanjung Gusta, Kerobokan mengerikan sekali. Itu penyebab akar pertama harus diselesaikan dulu budaya penegakan hukum kita, ” katanya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here