BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA РKepala Staf Kepala Kepresidenan (KSP), Moeldoko merasa prihatin dan sedih banyak kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terlebih, kepala daerah yang tertangkap tersebut masih berusia muda.

“Saya prihatin karena kepala daerah masih muda belia ,” katanya di Jakarta ,Kamis (20/12)

Moeldoko berharap, tidak ada lagi para kepala daerah terjerat kasus korupsi. Sebab korupsi, katanya, dapat menghambat pembangunan dan pelayanan publik di daerah tersebut.

BACA JUGA  KPK Tetapkan 8 Tersangka OTT PUPR

“Selain korupsi menghambat pembangunan dan pelayanan publik prima, penting buat kepala daerah menjaga ini,” ucapnya.

Moeldoko mengatakan dalam mewujudkan pencegahan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat saja. Namun, juga harus ada kolaborasi dan kerjasama antara Pemerintah Daerah, media, dan mitra pembangunan.

“Beberapa minggu lalu Presiden ingin ada daerah yang menerapkan pencegahan koruspi yang baik. Daerah ini akan jadi percontohan buat daerah lain,” terangnya.

BACA JUGA  Alzier; Proses! Nunik; Tidak....!

Sebelumnya, KPK menangkap Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar pada Rabu 12 Desember 2018. KPK lalu menetapkan pria berusia 38 tahun itu sebagai tersangka lantaran diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan memangkas Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here