BERBAGI

Laporan: Heri Suroyo
JAKARTA-KPU kekeh alias bertahan untuk tetap mencoret Osman Sapta Odang (OSO) di daftar calon tetap (DCT) calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

KPU berdalih, jika OSO tidak mengundurkan diri dari Ketua Umum Hanura hingga batas waktu yang ditetapkan, institusi penyelenggara pemilu tersebut tidak pernah meloloskan OSO.

“Kita kan sudah persiapkan dokumen yang diperlukan, mulai dari dokumen awal, sampai akhir. Kami sudah siapkan,” ujar Wahyu Setiawan di Kantor KPU, Jakarta, kepada lintaslampung.

BACA JUGA  KAHMI Desak Usut Dalang Aksi 22 Mei

Dikatakan, KPU belum mendapatkan surat panggilan resmi dari Bawaslu dan kepolisian.

“Belum ada panggilan dari Bawaslu dan kepolisian terkait Pak OSO. Kami mencermati dinamika yang ada,” ujar Wahyu.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya siap mempertanggungjawabkan setiap kebijakan dan keputusan yang diambil. Jika ada pihak yang lapor, kata Arief, maka hal tersebut merupakan resiko yang harus dihadapi.

BACA JUGA  Moenek: Pers Bantu Efektivitas Pembangunan

“Jadi ya apapun resikonya, ya harus bertanggung jawab. Kan kebijakannya sudah dibikin, Anda harus tanggung jawab. Nah saya KPU yang membuat kebijakan, ya harus bertanggung jawab terhadap kebijakan yang kami buat,” pungkasnya.[*]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here