BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menegaskan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka dugaan menerima suap anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada perubahan APBN 2016.

“Ya, KPK tetapkan TK (Taufik Kurniawan) sebagai tersangka,” tegas Basaria di Gedung KPK di Jakarta , Selasa (30/10).

Basaria menyebutkan penetapan status Taufik dilakukan setelah politisi asal PAN ini tidak diperkenankan KPK untuk bepergian ke luar negeri.

“Benar, kami sudah meminta pihak Imigrasi untuk melarang Taufik Kurniawan ke luar negeri dalam waktu enam bulan ke depan. Surat tersebut kami kirim dan diterima pihak Imigrasi, Jumat kemarin,” katanya.

BACA JUGA  Fahri: Pimpinan Segera Rapat Soal Taufik

Pelarangan untuk berpergian tersebut dikatakan Basaria tidak menyalahi aturan. Dia menyebutkan pencegahan itu merupakan hal yang biasa dalam proses penyelidikan.

“Semua ada dalam aturan Pasal 12 UU KPK, dapat dilakukan di proses penyelidikan, penyidikan atau penuntutan,” ungkap Basaria.

Saat disinggung kembali apa benar yang menyeret politisi PAN, Taufik Kurniawan ke dalam pusaran korupsi terkait kasus DAK di Kabupaten Kebumen, Basarian enggan menjelaskannya.

Nama Taufik Kurniawan disebut dalam sidang kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kebumen yang digelar di Jakarta tanggal 2 Juli kemarin.

BACA JUGA  Fahri: Pimpinan Segera Rapat Soal Taufik

Terdakwa kasus korupsi, Bupati Kebumen Yahya Fuad menyebutkan adanya kewajiban sebesar lima persen yang harus diberikan jika DAK sebesar Rp 100 miliar itu cair. Fee diberikan dua kali melalui orang suruhan Taufik di Semarang dengan total pemberian uang mencapai Rp 3,7 miliar.

Taufik dijerat melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here