Laporan : Heri/ Fath/ Atr

JAKARTA – Penangkapan terpidana perkara korupsi Sugiarto Wiharjo alias Alay di Bali, Rabu (6/2) ternyata ada campur tangan KPK. Lembaga anti rasuwah itu mengingatkan mantan Bupati Lampung Timur Satono untuk menyerah.

“Kejaksaan Agung RI telah menerbitkan DPO atas nama Sugiarto Wiharjo alias Alay sejak 2015 dan saling berkoordinasi antarpenegak hukum Polri dan KPK untuk mencari dan menemukan keberadaan terpidana,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis, (7/2).

BACA JUGA  Tiba di Lampung, Begini Penampakan Alay Diborgol

KPK memfasilitasi pencarian DPO semenjak diterima permintaan fasilitasi dari Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Tinggi Lampung pada Mei 2017. Selama masa pencarian, terpidana Alay selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan identitas berbeda.

“Pada saat tim KPK mendapatkan informasi mengenai keberadaan DPO, KPK berkoordinasi dengan bidang Intel Kejaksaan Tinggi Bali dan langsung meluncur ke lokasi untuk mengecek keberadaan terpidana Alay di wilayah hukum Provinsi Bali,” ujar Febri.

BACA JUGA  Wajib Kembalikan Rp106 M, Alay Baru Setor Rp 1 M

Penangkapan DPO itu, lanjut Febri, merupakan bentuk sinergi antara KPK dan Kejaksaan dalam penegakan hukum. “Kami harap kerja sama yang lebih intensif ini dapat menghasilkan kinerja yang positif dalam pemberantasan korupsi,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here