Oleh: Firli Bahuri, Ketua KPK RI

16 tahun sudah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002 yang kini telah berubah menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 mengenai Komisi Pemberantasan Korupsi, menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia.

Suka duka, tangis tawa tentunya mengiringi perjalanan KPK dalam menjalankan tugasnya.

Tugas yang tidak hanya dilakukan sebagai bentuk kewajiban, tetapi kesadaran dan ke ikhlasan yang luar biasa, mengingat konsekuensi yang akan diterima oleh kami (KPK). Bagi saya, melakukan sesuatu yang luar biasa, penuh dengan ketidaknyamanan yang muncul dalam bentuk resiko, tantangan dan konsekuensi, adalah sebuah perjuangan. Jika parameter konsekuensi adalah perjuangan, Insya Allah konsekuensi itu terlalu ringan buat kami, seluruh insan pegawai KPK.

KPK merupakan garda terdepan, tumpuan dan harapan Rakyat Indonesia dalam upaya pemberantasan korupsi, sebagaimana diamanatkan dalam pasal 6 UU Nomor 19 tahun 2019 yaitu melakukan pencegahan tindak pidana korupsi, melakukan monitoring atas pelaksanaan program pemerintah dan pelayanan publik, melakukan koordinasi dengan seluruh instansi yg berwenang melakukan pemberantasan, melakukan supervisi, melalukan penyelidikan penyidikan dan penuntutan, melaksanakan keputusan pengadilan oleh hakim yang telah memperoleh kekuatan hukum yg tetap.

Mengingat kembali 16 tahun lalu, 29 Desember 2003 dimana pertama kalinya Pimpinan KPK pertama dilantik, yang menandai dimulainya operasional pemberantasan korupsi setelah 1 tahun diundangkannya UU Nomor 30 Tahun 2002.

Dalam rentang waktu 16 tahun, KPK telah melengkapi pengabdian dalam upaya pemberantasan korupsi dengan segala peluang dan tantangannya. Bukan waktu yang singkat, namun bukan pula waktu yang panjang, mengingat masa-masa tersebut sangat bermakna dengan sejuta kisah suka duka dan tangis tawa, perjuangan hingga prestasi bersama rekan-rekan penggawa pemberantasan korupsi.

Raihan hasil pemberantasan korupsi dengan ditandai tidak sedikit pelaku korupsi yang diseret ke meja hijau, dari kelas teri sampai dengan kelas kakap (big fish) dan penyelematan keuangan negara. Harus diakui bahwa apa yang dicapai hari ini tentu merupakan andil para pemimpin terdahulu dan segenap pegawai KPK.

Namun harus diakui juga masih banyak yang harus dilakukan terutama sinergi dengan para aparat penegak hukum lainnya, untuk mencapai tujuan awal pembentukan KPK, yaitu meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

Membangun kekuatan, memfokuskan pikiran, tenaga dengan tetap memelihara passion, energy serta semangat pengabdian demi kecintaan kepada bangsa, negara dan tanah air. Memang terasa begitu banyak persoalan yang harus dihadapi dan berbagai permasalahan yang datang silih berganti, terus menerus seolah tanpa henti.

Ibarat sebuah kapal besar yg mengarungi samudra, kapal besar itu adalah kapal NKRI. Dia harus selamat sampai tujuan sehingga semua awak dan penumpang harus mengambil dan memainkan perannya sesuai kapasitas, tugas dan fungsinya. Hal yang tak kalah penting adalah seluruh awak dan penumpang kapal tidak membuat kegaduhan, sehingga kapal besar tadi siap mengarungi samudra, menerobos ombak dan gelombang serta badai.

Mesin sudah terpasang, kayuh sudah disiapkan, kompas tujuan arah telah ditentukan maka selanjutnya mari bersama menuju tujuan Indonesia yg sejahterah, Indonesia yg cerdas dan Indonesia yang adil bagi semuanya anak bangsa.

Meski jalan seolah tak berujung dan samudera terhampar luas tak bertepi, dimana tantangan, resiko serta konsekuensi terbentang didepan mata, kami masih memiliki keyakinan, tidak ada jalan yang tak berujung dan tiada samudera yang tak bertepi.

Walaupun masalah datang silih berganti, namun pasti ada saja solusi. Allah SWT Tuhan yang maha kuasa, tidak akan pernah memberi masalah tanpa jalan penyelesaiannya, yang penting kita harus mengatakan pada masalah bahwa kita punya Allah SWT Tuhan yg maha kuasa.

Kita juga yakin bahwa masalah tidak akan pernah membunuh kita tapi justru akan membuat kita menjadi lebih kuat (we believe that problem would not ever kill us, but that’s bring us to be much stronger).

Pada kesempatan ini, mewakili KPK, kami mohon maaf jika KPK belum maksimal dalam pemberantasan korupsi, namun kami terus berupaya agar keberlanjutan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, iklim usaha, keyakinan investor, dengan menjadi pengawal setia bangsa dan negara.

Seluruh anak bangsa dimanapun berada, harus berkarya dan apapun status sosial dalam semangat kebhinekaan, kebersamaan dalam keberagaman termasuk anak bangsa yang saat ini mendapat amanah mengabdi di KPK.

Kini saatnya, kita seluruh anak bangsa berikrar bahwa ini saatnya bagi kita untuk membayar kepada negara kita NKRI

“It is time for us to pay back to our state NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA”

Karena itulah, mari kita bersama-sama mengambil peran aktif sebagai anak bangsa untuk ikut memberantas korupsi sesuai dengan kapasitas, tataran hak, kewajiban kemampuan dan kewenangan, agar Indonesia terbebas dari masalah korupsi.
[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here