BERBAGI

Tuntut Paslon Arinal-Nunik Di Diskualifikasi

FRONT persatuan lintas elemen masyarakat Lampung Selatan (Lamsel) yang tergabung Koalisi Rakyat Penyelamat Demokrasi Lampung (Kopdar) membuktikan keseriusan menggelar aksinya melawan dugaan praktik politik uang dalam hajat demokrasi Pilgub Lampung 2018. Ratusan massa Kopdar yang dikomandoi Nurul Ikhwan dengan tertib menggelar aksi di kantor Bupati dan DPRD Lamsel setelah long march dari Lapangan Cipta Karya di Kalianda, Jum’at (6/7) mulai pukul 08.00 WIB hingga jelang shalat Jum’at.

Aksi massa menggelorakan tuntutan menolak hasil Pilgub Lampung 27 Juni 2018 yang dipenuhi dugaan praktik politik uang secara terstruktur, sistematis, dan massif (TSM) yang dilakukan paslon Gubernur-Wagub Lampung 2019-2024 nomor urut tiga, Arinal Junaidi-Chusnunia Chalim di seluruh penjuru Lampung sejak H-10 hingga serangan fajar jelang pencoblosan 27 Juni.

Lalu, massa juga menuntut tangkap dan penjarakan bos PT. Sugar Group Companies (SGC), Nyonya Purwanti Lee dan Gunawan Jusuf. Alasannya keduanya patut diduga jadi aktor utama penyandang dana kampanye paslon Arinal-Nunik dan ditengarai berusaha menghalalkan segala cara demi membajak demokrasi di Lampung demi melindungi kepentingan korporasinya.

BACA JUGA  Arinal Kembangkan 8 Kebijakan Dari Konferensi IDF 2019

Terakhir, massa aksi menuntut tangkap dan adili dugaan praktik pengemplangan pajak SGC. Kemudian buka kembali dan usut tuntas kasus penyerobotan lahan rakyat dan ukur ulang lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. SGC.

Di bawah pengawalan penuh aparat Polres Lamsel dan Polsek Kalianda, massa nampak antusias menyimak orasi politik yang disampaikan bergantian para pimpinan elemen. “Tolak Arinal! Usir cukong! Bawaslu jangan letoy! (lamban, Red),” teriak massa sahut-menyahut mengikuti komando orator.

Saat diterima pimpinan DPRD Lamsel yang diwakili Komisi A dan Komisi C, Korlap Kopdar Nurul Ikhwan menyampaikan pernyataan sikap. Pertama, meminta Bawaslu dan Gakkumdu Lampung menindak tegas dan mendiskualifikasi paslon Arinal-Nunik yang patut diduga kuat melakukan kejahatan politik uang dalam Pilgub Lampung 2018.

Kedua, menuntut tangkap dan adili cukong SGC yang patut diduga keras jadi sponsor utama penyandang dana kampanye tak wajar demi memenangkan paslon Arinal-Nunik. Ketiga, meminta audit independen atas kebenaran laporan dana kampanye paslon Arinal-Nunik.

BACA JUGA  Politik Uang, Kalah Sebelum Bertanding

Keempat, memperjuangkan pemurnian demokrasi Lampung dari kepentingan jahat cukong dan kepentingan korporasi PT. SGC yang diduga melakukan apa saja termasuk melakukan kejahatan politik uang dan demokrasi transaksional demi memandulkan kedaulatan 9,5 juta rakyat Lampung.

Kelima, menolak paslon Cagub-Cawagub Lampung pelaku politik uang. Keenam, mengajak rakyat, elite politik, tokoh masyarakat dan siapa pun untuk bersatu dalam front barisan perlawanan atas kejahatan politik uang dalam Pilgub 2018.

“Ketujuh, menuntut dilakukan pemilihan ulang jika pelanggaran pidana politik uang dalam Pilgub Lampung 2018 ini terbukti,” beber Nurul.

Gelombang aksi massa dengan isu sentral yang hampir seragam, menolak hasil Pilgub Lampung 2018, menuntut diskualifikasi paslon Arinal-Nunik dan menuntut usut tuntas “dalang” politik uang SGC ini secara sporadis berlangsung di 8 kabupaten/kota se-Lampung sepanjang minggu ini.[*/vona/lintas]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here