Kok Hancur Karena ‘RHAM’

116
BERBAGI

AHMAD NOVRIWAN*

JAGAD Lampung belakangan dikuasai dengan ekposes sekitar Politik. Pelbagai agenda cukup memeras stamina. Dan khusus bagi Pak Ridho, Pak Herman, Pak Arinal, Pak Mustafa (RHAM) semuanya dipertaruhkan untuk yang namanya sebuah jabatan.

Tidak saja stamina, waktu tenaga dan fikiran bahkan dana yang tidak sedikit dikeluarkan untuk memperjuangkan harapan. Perjuangan dan kerja keras siang dan malam harus kembali diatur rytme dan speednya oleh yang namanya Ramadhan.

Beberapa hari lagi kita akan bertemu Ramadhan, bulan penuh Rahmat, Mukjizat dan penuh Barokah. Sudah sepantasnya kita bertafakur untuk tetap tawadhu dan penuh khusu’ untuk berdo’a kehadapan Ilahi Robbi, Allah SWT agar diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan 1439.

BACA JUGA  Tony: Tim Arinal Tak Ada Yang Membelot

Pada saat bertemu Ramadhan, berharap selalu dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Saat bertemu Ramadhan kita selalu bersemangat dalam mengisi Ramadhan dengan berbagai amal shalih. Dan pada saat Shaum itu, kita dihindarkan berbagai hal yang akan mengganggu upaya optimalisasi Ramadhan apalagi politik uang.

Jika kita telisik lebih dalam, pilihan 27 Juni sebagai hari coblosan pilgub tidak lepas dari campur tangan Tuhan-Allah SWT disana. Setelah berbulan-bulan Berikhtiar (mencari perahu, mendaftar, kampanye), lalu dilanjutkan dengan Berdo’a -colling down-Ramadhan, lalu Tawakkal akan hasil perjuangan yang dilakukan selama ini.

BACA JUGA  Tony: Tim Arinal Tak Ada Yang Membelot

Menyadari bahwa jabatan bukanlah segala-galanya, maka wajib pula kita menyimak pernyataan Danovan dalam bukunya Kisah Tragis Oei Hui Lan, “Tidak Ada Pesta Yang tak Pernah Berakhir’, dan “Tidak ada sesuatu yang selamanya akan menjadi milik kita, baik harta maupun kekuasaan.”

Mafhum kiranya, janganlah Lampung Sai Bumi tercinta tidak hancur berkeping-keping apalagi rusak karena niat tulus atawa syahwat politik RHAM?. Tabik! [wartawan lintaslampung]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here